Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Marak Hoax Vaksin,Masyarakat Diminta Bijak Memilah Informasi

Jumat 09 Oct 2020 14:11 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Media sosial menjadi salah satu wadah penyebaran hoaks yang masif di masa pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta saat ini masyarakat harus bijaksana menerima berita khususnya terkait dengan pengadaan vaksin Covid-19 yang sedang diupayakan pemerintah.

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kominfo Henri Subiakto mengatakan media sosial menjadi wadah yang patut diwaspadai. Sebab media sosial menjadi salah satu area dengan penyebaran hoaks yang masif di masa pandemi Covid-19 dan ini merupakan persoalan serius.

"Banyak berkembang berita hoaks saat pandemi. Informasi seputar pandemi pasti ada yang menyelewengkan. Masyarakat harus bijak dalam menyikapi berita yang berkembang mengenai Covid-19 maupun vaksin," ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/10).

Pada kesempatan ini, Henripun menegaskan vaksin adalah salah satu solusi mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia bahkan dunia. "Untuk memutus pandemi ini tentu salah satunya dengan adanya vaksin. Oleh karenanya, saya meminta masyarakat tidak ikut sebagai pembaca apalagi membuat berita hoaks terkait vaksin. Adanya vaksin tentu untuk kebaikan bersama khususnya memberanta virus ini," ujarnya.

Guna menghadapi berita-berita palsu masyarakat dikatakannya bisa melihat sumber-sumber informasi atau berita yang salah satunya berasal dari institusi resmi atau orang-orang yang kapabel dan memiliki kompetensi.

Masyarakat diminta Henri tidak mengandalkan media sosial dalam memperoleh informasi-informasi. Media sosial ditegaskannya tidak memiliki kontrol dalam menginformasikan berita dibandingkan media konvensional.

"Kalau ada informasi, jangan langsung reaktif. Ditelusuri dulu kebenarannya," katanya.

Situasi pandemi seperti saat ini, informasi khususnya terkait vaksin Covid-19 harus disampaikan dengan Bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. "Masyarakat akan lebih mudah memahami informasi jika menggunakan bahasa yang mudah dan sesuai pemahaman. Kalau pakai bahasa tinggi susah dipahami," katanya.

Selain itu, materi yang disampaikan juga harus benar-benar menjawab keresahan dan pertanyaan masyarakat. "Vaksin Covid-19, harus disampaikan karena dibutuhkan dan akan merugikan diri sendiri jika tidak menggunakannya," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA