Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Kemendes PDTT: Digitalisasi Ekonomi Desa Sebuah Keharusan

Jumat 09 Oct 2020 14:09 WIB

Rep: amri amrullah/ Red: Hiru Muhammad

Warga mencuci tangan di pos penjagaan gerbang masuk perkampungan di Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (2/4/2020). Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan instruksi pembentukan relawan desa tanggap COVID-19 yang bertugas melakukan sosialisasi dan pencegahan

Warga mencuci tangan di pos penjagaan gerbang masuk perkampungan di Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (2/4/2020). Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan instruksi pembentukan relawan desa tanggap COVID-19 yang bertugas melakukan sosialisasi dan pencegahan

Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Tiga ciri-ciri desa yang mempunyai potensi untuk menjadi desa maju

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi melakukan kunjungan ke Bank Nasional Indonesia (BNI) untuk menjadi pembicara kunci dalam sharing session bertajuk Digitalisasi Ekonomi Desa yang diselenggarakan  BNI, Jumat (9/10).

Dalam kunjungannya itu, Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi diterima langsung oleh Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati, dan Direktur Human Capital dan Kepatuhan BNI, Bob Tyasika Ananta. Budi Arie mengawali paparannya dengan menyebutkan hikmah akibat Pandemi Covid-19.

Menurutnya, selain memberikan kegelisahan dan kesulitan, Pandemi Covid-19 juga memberikan hikmah yang luar biasa. “Hikmahnya adalah bahwa kita semakin sadar, semakin paham bahwa digitalisasi adalah sesuatu yang tidak terelakkan lagi di masa-masa yang akan datang. Terutama untuk bangsa kita," jelasnya.

“Dan kita berharap digitalisasi ini bukan hanya di perkotaan, tapi juga di desa. Jangan sampai desa ini hanya menjadi penonton dari sebuah proses digitalisasi yang melanda di seluruh dunia," katanya.

Kemudian, ia juga menyebutkan aspek-aspek penting yang akan menopang terwujudnya digitalisasi ekonomi desa sebagai bentuk transformasi menuju Indonesia maju. Menurutnya, ada lima aspek penting untuk mewujudkan digitalisasi ekonomi desa. Lima aspek tersebut adalah kebijakan atau regulasi, infrastruktur, kelembagaan, ekosistem, dan Sumber Daya Manusia (SDM). “Ini tantangan kita, karena digitalisasi ekonomi mensyaratkan kemampuan SDM, terutama dalam menghadapi pola ekosistem bisnis baru,” katanya.

Selain itu, Budi Arie juga menyebutkan tiga ciri-ciri desa yang mempunyai potensi untuk menjadi desa maju. “Masih banyak anak muda yang menetap di desa, SDM-nya kreatif dan inovatif, dan partisipasi warga itu sendiri. Itu kunci menuju desa maju," tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Projo ini.

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati sangat mengapresiasi dan akan mendukung penuh program-program Kemendes PDTT. Menurutnya, selain menjadi agen development, pihaknya juga mempunyai tugas penting untuk menumbuhkan ekonomi nasional secara menyeluruh."Ini kita sebenarnya saling membutuhkan dan menguntungkan dalam kerja sama ini. Tujuan kita adalah bagaimana memakmurkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan menumbuhkan perekonomian Indonesia secara menyeluruh," katanya.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA