Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Polisi Pantai Gading Selamatkan Pekerja Anak di Perkebunan

Kamis 08 Oct 2020 16:02 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Lebih dari 1 juta anak dipekerjakan secara ilegal di perkebunan kakao Pantai Gading. Ilustrasi.

Lebih dari 1 juta anak dipekerjakan secara ilegal di perkebunan kakao Pantai Gading. Ilustrasi.

Foto: ruthostrow.com
Lebih dari 1 juta anak dipekerjakan secara ilegal di perkebunan kakao Pantai Gading

REPUBLIKA.CO.ID, ABIDJAN - Kepolisian di Pantai Gading menyelamatkan 11 anak-anak dan dua remaja yang bekerja di perkebunan kakao di wilayah barat daya. Polisi juga menangkap tiga petani yang diduga terlibat dalam penyelundupan orang. Demikian keterangan komisioner polisi setempat, Luc Zaka.

Menurut laporan Inisiatif Kakao Internasional (ICI), tindak pidana berupa mempekerjakan anak meningkat di Pantai Gading selama pandemi Covid-19. Pantai Gading merupakan salah satu produsen kakao terbesar dunia.

"Kami menggelar operasi (penyelamatan) pagi ini di dua kota penghasil kakao dan kami menangkap beberapa petani yang mempekerjakan mereka di kebun," kata Zaka.

Menurut Zaka, anak-anak mengupas buah kakao di sebuah lapangan dan di dekatnya ada kurang lebih 20 orang dewasa. Operasi penggerebekan itu rencananya digelar pada Mei dan Juni, tetapi tertunda karena pandemi.

Pemerintah Pantai Gading memberlakukan pembatasan sejak 16 Maret 2020 dengan menutup sekolah dan membatasi lalu lintas di perbatasan. Namun, sebagian besar kebijakan pembatasan itu telah dicabut oleh pemerintah.

Kepolisian pada Desember tahun lalu juga menyelamatkan lebih dari 100 anak-anak dari perkebunan kakao lewat operasi serupa yang digelar di wilayah timur Pantai Gading. Lebih dari satu juta anak-anak dipekerjakan secara ilegal di perkebunan kakao di Pantai Gading, Afrika Barat. Jumlah itu terus naik dalam waktu 10 tahun terakhir, menurut beberapa lembaga nirlaba yang mengurusi isu pekerja anak.

Tidak hanya menangkap pelaku, kepolisian terus menghimpun informasi dan sumber daya serta membuka enam pusat operasi di wilayah-wilayah penghasil kakao agar dapat lebih baik menghadapi dan mencegah penyelundupan manusia serta pekerja anak. "Saat ini kami memiliki lebih banyak perangkat sehingga kami dapat mengerahkan petugas lebih cepat ke penjuru negeri dan meluncurkan operasi semacam ini," kata Zaka.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA