Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Erdogan Bertemu Emir Qatar di Doha

Kamis 08 Oct 2020 13:41 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: Turkish Presidency via AP, Pool
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan pemimpin Qatar pada Rabu (7/10)

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan pemimpin Qatar pada Rabu (7/10) waktu setempat. Ini merupakan bagian dari kunjungan kerja satu hari ke negara Teluk itu.

Erdogan mendarat pada pukul 02.20 waktu setempat di Bandara Doha. Dia kemudian disambut oleh delegasi Qatar yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Khalid bin Mohammad Al Attiyah dan Duta Besar Turki untuk Qatar Mehmet Mustafa Goksu.

Pertemuan tersebut bersifat tertutup. Pertemuan diadakan di Istana Laut Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan berlangsung sekitar satu jam.

Pejabat yang mendampingi Erdogan di antaranya beberapa pejabat tinggi Turki termasuk Menteri Keuangan dan Keuangan Berat Albayrak, Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar, Menteri Pemuda dan Olahraga Mehmet Kasapoglu, Kepala Organisasi Intelijen Nasional (MIT) Hakan Fidan, Direktur Komunikasi Fahrettin Altun, dan juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin.

Sebelumnya pada hari itu, Erdogan mengunjungi Kuwait. Tujuan pertama kunjungannya yakni untuk menyampaikan belasungkawa kepada Emir Al-Sabah yang baru saja dilantik atas meninggalnya pendahulunya Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah yang baru saja meninggal pada usia 91.

Pemimpin baru Kuwait Emir Sheikh Nawaf Al Ahmad Al Sabah pada Rabu menobatkan Sheikh Meshal Al Ahmad Al Jaber Al Sabah sebagai putra mahkota. Demikian laporan kantor berita negara KUNA yang mengutip pernyataan resmi kantor pemerintahan.

Sheikh Meshal merupakan saudara laki-laki Emir Sheikh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Sabah yang wafat pada 29 September 2020 lalu dan saat ini tengah menjabat sebagai wakil kepala Pengamanan Nasional Kuwait. Keputusan emir Kuwait itu harus disetujui oleh parlemen yang menyelesaikan masa jabatannya pada Kamis (8/10).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA