Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Acrylamide Tingkatkan Risiko Kanker, Haruskah Jauhi Kopi?

Kamis 08 Oct 2020 13:37 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Kopi mengandung zat 'acrylamide' yang diketahui bisa tingkatkan risiko kanker (Foto: ilustrasi minum kopi)

Kopi mengandung zat 'acrylamide' yang diketahui bisa tingkatkan risiko kanker (Foto: ilustrasi minum kopi)

Foto: pixabay
Kopi mengandung zat 'acrylamide' yang diketahui bisa tingkatkan risiko kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kopi dikenal sebagai minuman yang dapat memberi beragam manfaat bagi kesehatan. Di sisi lain, kopi juga memiliki zat bernama acrylamide yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Acrylamide merupakan zat kimia berwarna putih yang tak berbau. Dahulu, zat kimia ini digunakan untuk membuat plastik dan mengolah air limbah.

Akan tetapi pada 1990-an, pekerja di Hallandsas Tunnel, Swedia, mulai jatuh sakit karena terpapar acrylamide selama konstruksi. Hewan-hewan liar di sungai dan sekitar sungai juga mulai mengalami kematian.

The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan acrylamide ke dalam Group 2A karsinogen. Artinya, zat ini diyakini dapat memicu kanker pada manusia.

Sebuah studi yang dilakukan tim peneliti asal Swedia menemukan bahwa acrylamide juga ditemukan pada beberapa hal yang dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Di antaranya adalah kopi, beragam roti panggang, dan asap rokok.

Studi yang berbeda di Amerika Serikat menunjukkan hasil yang serupa. Menurut studi ini, acrylamide dapat ditemukan pada lebih dari sepertiga kalori yang dikonsumsi orang-orang di Amerika Serikat.

Acrylamide bisa ditemukan pada makanan atau minuman melalui proses bernama reaksi Maillard. Reaksi Maillard terjadi ketika makanan atau minuman tertentu dipanaskan pada suhu yang lebih tinggi dari 248 derajat Fahrenheit atau 120 derajat Celcius.

Pada minuman kopi, proses ini terjadi pada proses roasting atau penyangraian biji kopi. Akan tetapi kandungan acrylamide pada tiap kopi tidak selalu sama.

Studi pada 2013 menunjukkan bahwa kopi yang disangrai secara alami mengandung acrylamide setidaknya 179 mikrogram per kilogram. Kopi instan mengandung acrylamide dua kali lebih besar dari kopi yang disangrai alami, sedangkan subtitue kopi mengandung acrylamide tiga kali lebih besar.

photo
(Foto: ilustrasi kopi) - (Flickr)
Haruskah Menjauhi Kopi?

Jawabannya adalah tidak perlu. Acrylamide baru membahayakan dan berpotensi menyebabkan kanker bila dalam dosis yang tinggi. Studi juga menunjukkan bahwa kerusakan sistem saraf manusia baru terjadi bila mendapatkan paparan acrylamide dengan konsentrasi yang tinggi dan dalam jangka panjang.

Menurut studi, kandungan acrylamide pada kopi jauh dari kata tinggi. Kandungan acrylamide pada kopi tidak cukup untuk memberikan dampak bagi manusia. Menurut studi pada tikus, dibutuhkan dosis acrylamide 1.000-10.000 kali lipat lebih besar dari yang biasa didapatkan manusia dari makanan atau minuman untuk bisa menyebabkan kanker.

Seperti dilansir The Ladders, Kamis (8/10), hingga saat ini tak ada penelitian yang menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan peningkatan risiko kanker. Sebaliknya, konsumsi kopi diketahui berkaitan dengan penurunan risiko kanker kolorektal, hati, dan payudara.

Studi pada 2017 juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi yang secukupnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Jumlah konsumsi kopi yang direkomendasikan menurut Food and Drug Administration (FDA) adalah 4-5 cangkir per hari.

Bila tetap ingin berjaga-jaga dan meminimalisasi paparan acrylamide dalam keseharian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah jauhi kebiasaan merokok dan hindari paparan asap rokok dari perokok.

Selain itu, hindari atau batasi konsumsi makanan yang digoreng. Hindari pula makanan yang gosong dan simpan kentang di luar kulkas. Pecinta kopi juga bisa mulai beralih dari kopi instan atau kopi subtitute ke biji kopi yang disangrai secara alami.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA