Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

 Karyawan Mal di Surabaya Jadi Sasaran Tes Swab

Kamis 08 Oct 2020 10:25 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus Yulianto

Petugas kesehatan melakukan tes swab massal di pusat perbelanjaan.

Petugas kesehatan melakukan tes swab massal di pusat perbelanjaan.

Foto: Republika/Bayu Adji P.
Tes swab dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan dengan jajaran kecamatan terus menyasar tempat-tempat keramaian untuk melakukan tes swab. Langkah ini, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Salah satu tempat yang menjadi sasaran adalah pusat perbelanjaan atau mal. Pusat perbelanjaan yang telah didatangi dan dilakukan tes swab di antaranya Pakuwon Mal dan PTC.

"Karyawan yang di-swab tersebut di antaranya, yakni pegawai supermarket, salon, hingga klinik kecantikan. Kami menyasar ke pekerja-pekerja yang kontak langsung dengan konsumen. Hal itu juga berlaku di tiap-tiap kecamatan. Jadi tidak hanya yang di mal saja,” kata Camat Sambikerep, Ferdhie Ardiansyah, Kamis (8/10).

Ferdhie menjelaskan, tes swab tersebut, berlangsung sejak pukul 08.00-12.00 WIB dengan melibatkan 21 tim medis dari Puskemas Lontar. Puskesmas telah menyiapkan kuota sebanyak 300 orang untuk dilakukan tes swab. Namun begitu, hanya sekitar 256 kryawan yang berhasil dites.

“Jadi yang terkumpul total keseluruhan ada 256 peserta,” ujarnya.

Dari 256 yang mengikuti tes swab di antaranya 106 peserta terdiri dari pegawai yang bekerja di Pakuwon Mal, 50 orang dari PTC, dan 100 orang dari pertokoan Lotte Mart. Dia memastikan, ratusan pegawai itu, diswab dengan menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari registrasi, menunggu antrean, hingga saat pelaksanaan tes usap.

“Semua berjalan dengan sangat tertib. Karena petugas gabungan dari Satpol PP, Linmas, kelurahan, jajaran Polsek Lakarsantri, Koramil Lakarsantri serta Management Pakuwon Mall, PTC juga ikut terlibat,” kata dia.

Jika nantinya terdapat pegawai yang dinyatakan positif dari hasil swab tersebut, maka khusus untuk warga domisili dan ber-KTP Surabaya akan dikarantina di Hotel Asrama Haji. “Nanti akan dikoordinasi oleh masing-masing-masing Puskesmas. Tetapi untuk warga non Surabaya tempat karantinanya di RS Lapangan,” ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA