Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Walau Pandemi, Klub Inggris Masih Jor-joran Beli Pemain

Rabu 07 Oct 2020 11:12 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Israr Itah

Gelandang serang anyar Chelsea Kai Havertz jadi pembelian termahal di bursa transfer Liga Primer Inggris musim ini.

Gelandang serang anyar Chelsea Kai Havertz jadi pembelian termahal di bursa transfer Liga Primer Inggris musim ini.

Foto: DOK REPUBLIKA
Klub-klub Liga Primer Inggris mengucurkan sekitar Rp 21 triliun untuk membeli pemain.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pada April silam, saat kompetisi Liga Primer Inggris dihentikan dan penonton dilarang datang ke stadion, sebagian besar klub kontestan Liga Primer Inggris mengkhawatirkan hilangnya pemasukan klub. Tidak hanya itu, demi mengantisipasi dampak yang lebih besar terhadap keuangan klub, klub-klub seperti Liverpool dan Tottenham Hotspur sempat berencana merumahkan para karyawan mereka.

Langkah itu akhirnya dibatalkan Spurs dan Liverpool karena mendapatkan kritik keras dari para suporter. Selain itu, ada pula Arsenal yang merumahkan 55 karyawan non-olahraga. Arsenal tidak lagi menggunakan jasa maskot tim, Gunnersaurus, demi bisa menghemat keuangan klub. 

Pada bulan lalu, 20 kontestan Liga Primer Inggris juga sepakat meminta Pemerintah Inggris untuk melonggarkan ketentuan larangan penonton ke stadion demi menyelamatkan keuangan klub. Klub-klub Liga Primer Inggris juga enggan mengucurkan bantuan keuangan sebesar 250 juta poundsterling untuk kompetisi di bawah naungan EFL, yang kastanya berada di bawah mereka.

Baca Juga

Berbagai situasi ini seolah menggambarkan betapa besarnya tekanan terhadap keuangan klub akibat pandemi Covid-19. Klub-klub Liga Primer Inggris sepertinya berpikir dua kali dan melakukan perhitungan dengan begitu cermat terkait pengeluaran klub. Namun, saat memasuki bursa transfer pemain, mereka seolah lupa dengan sikap kehati-hatian dalam menjaga neraca keuangan mereka di tengah situasi pandemi Covid-19, yang sebenarnya belum benar-benar berakhir.

"Tujuh bulan sejak kompetisi sempat dihentikan, klub-klub Liga Primer Inggris tercatat telah menghabiskan dana transfer dengan total mencapai 1,26 miliar poundsterling (Rp 21 triliun) di bursa transfer pemain musim panas kali ini," tulis laporan Daily Mail, Rabu (7/10) WIB.

Pada musim panas kali ini, klub-klub Liga Primer Inggris sepertinya tidak lagi mengkhawatirkan potensi kerugian di neraca keuangan mereka pada masa mendatang. Mereka lebih memilih memperkuat skuat mereka, sekaligus menegaskan pernyataan terkait ambisi mereka untuk bisa tetap bersaing musim ini.

Bahkan, kendati mengeklaim tengah berada dalam kondisi yang sulit, nyatanya belanja klub-klub Liga Primer Inggris hanya turun 10 persen dari rata-rata belanja pemain dalam lima bursa transfer musim panas terakhir. Nilai total belanja pemain klub Liga Primer Inggris pada bursa transfer musim panas tahun ini mungkin lebih kecil dibanding tiga jendela transfer musim panas sebelumnya. Namun, besaran jumlah belanja kali ini jauh lebih besar dibanding belanja pemain yang dikeluarkan 20 klub Liga Primer Inggris pada 2015 dan 2016. Tidak berhenti sampai di situ, dari 20 klub Liga Primer Inggris, lima klub telah memecahkan rekor pembelian pemain dalam sejarah klub di bursa transfer musim panas tahun ini.

Chelsea mengeluarkan dana transfer sebesar 72 juta poundsterling demi mendapatkan Kai Havertz. Sedangkan Wolverhampton Wanderers merogoh kocek sedalam 35,6 juta poundsterling untuk merekrut Fabio Silva dari Porto. Selain itu, ada Aston Villa yang memecahkan rekor pembelian pemain saat mendatangkan Ollie Watkins dari Brentford dengan nilai transfer sebesar 28 juta poundsterling.

Salah satu tim promosi, Leeds United, memberikan dana segar sebesar 27 juta poundsterling guna merekrut Rodrigo. Sedangkan Sheffield United mencatatkan rekor baru dalam pembelian pemain di sejarah klub setelah mendatangkan Rhian Brewster dengan tebusan nilai transfer mencapai 23,4 juta poundsterling. 

Prediksi soal kelesuan di bursa transfer pemain pada masa pandemi covid-19 ternyata tidak terjadi di Liga Primer Inggris. Klub-klub Liga Primer Inggris tetap begitu royal dalam mengeluarkan pundi-pundi demi mendatangkan pemain anyar. Kondisi ini menjadi ironi begitu menilik klaim mereka pada April silam, saat sebagian besar klub berteriak soal potensi kerugian dan berupaya melakukan penghematan di keuangan klub selama periode sulit pada masa pandemi Covid-19.

Klub  Nilai Belanja

Chelsea231 juta pound

Man City 141,9 juta pound 

Tottenham 85,9 juta pound

Man United 84,6 juta pound

Leeds 82,4 juta pound

Aston Villa 79,4 juta pound

Arsenal 77,4 juta pound

Wolves 73,6 juta pound

Liverpool 72,5 juta pound

Everton 62,6 juta pound

Leicester 55,8 juta pound

Sheffield United 50,5 juta pound

Southampton 36,2 juta pound

Newcastle 34,9 juta pound

Fulham 27,2 juta pound

West Brom 22,3 juta pound

West Ham 20 juta pound

Crystal Palace 16 juta pound

Brighton 6,3 juta pound

Burnley 1 juta pound

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA