Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Ridwan Kamil Fokus Tangani Klaster Keluarga di Bodebek

Rabu 07 Oct 2020 06:17 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Erik Purnama Putra

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai meninjau fasilitas Labkesda Kota Depok di Cimganggis.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai meninjau fasilitas Labkesda Kota Depok di Cimganggis.

Foto: Prayogi/Republika
Tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Bodebek berada di angka 70 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) sekaligus Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar, Ridwan Kamil menggelar pertemuan secara daring dengan lima kepala daerah di wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) di kantor Wali Kota Depok, Kota Depok, Selasa (6/10).

Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk menyamakan gerak wilayah Bodebek dalam mengendalikan Covid-19. Apalagi, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bodebek masih tinggi.

"Ini minggu kedua saya bertugas rutin di Depok. Di pertemuan tadi, saya melakukan koordinasi dengan para kepala daerah Bodebek untuk memastikan kesamaan gerak (dalam kendalikan Covid-19)," ujar Emil.

Menurut Emil, ada beberapa hal yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Pertama, fokus menangani klaster keluarga. Ia melaporkan, terdapat 200 kepala keluarga (KK) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor. Rata-rata ada tiga anggota keluarga positif Covid-19 dalam satu KK. Situasi yang sama terjadi pula di Kota Bekasi.

"Kita menyepakati di Bodebek ini klaster keluarga sedang tinggi, karena itu kita harus fokus (menangani klaster keluarga)," kata Emil.

Emil mengatakan, klaster keluarga berasal dari klaster perkantoran. "Jadi, kalau di Kota Bogor misalnya, apakah klaster kantor yang kantornya memang di Kota Bogor atau Jakarta. Itu sedang kita teliti," ujar Emil.

Dalam pertemuan tersebut, kata Emil, dilakukan sinkronisasi kebijakan pembatasan kegiatan sampai pukul 18.00 WIB. Sinkronisasi ini dilakukan karena pembatasan kegiatan di setiap daerah berbeda. "Contohnya di perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor. Di kanannya tutup, tapi kirinya masih buka. Itu sedang kita samakan," kata Emil.

Emil melaporkan, rata-rata tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Bodebek berada di angka 70 persen. Angka tersebut melebihi standar keterisian rumah sakit Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah 60 persen.

Oleh karena itu, Emil menginstruksikan rumah sakit rujukan Covid-19 di Bodebek untuk meningkatkan kapasitas ruang perawatan pasien positif Covid-19. "Tadi kita instruksikan semua rumah sakit di Bodebek tolong menyumbang lagi lantai-lantai perawatannya," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA