Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Kalbar Mendapat Tambahan 41 Kasus Konfirmasi Covid-19

Selasa 06 Oct 2020 22:52 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

Foto: AP Photo/Gerald Herbert
Akumulasi kasus positif Covid-19 sampai hari ini di Kalbar mencapai 1.085 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengatakan, hari ini Kalbar mendapat tambahan 41 kasus konfirmasi Covid-19. Total kasus yang ada sampai hari ini di Kalbar mencapai 1.085 orang.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan PCR Sintang dan laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura pada tanggal 5 Oktober, Kalbar ada tambahan sebanyak 41 kasus konfirmasi Covid-19 dimana 41 kasus ini terdiri dari 13 orang di Sintang,Melawi 8 orang, Pontianak 6 orang, Kubu Raya 2 orang, Kayong Utara 1 orang, Bengkayang 2 orang, Mempawah 4 orang dan Sambas 4 orang," kata Harisson di Pontianak, Selasa (6/10).

Kemudian, lanjutnya, untuk kesembuhan juga ada penambahan sebanyak 8 orang, yang berada di Kota Pontianak.

"Sehingga pada tanggal 6 Oktober, hari ini, kasus konfirmasi Covid-19 di Kalimantan Barat sebanyak 1.085 orang di mana 874 orang atau 80,55 persen dinyatakan sembuh dan 9 orang meninggal," tuturnya.

Dia menambahkan, untuk di Sintang, 9 orang kasus konfirmasi Covid-19 dan 8 orang kasus konfirmasi Covid-19 di Melawi, merupakan satu klaster yang saling berhubungan.

Untuk 6 orang di Kota Pontianak, sedang dirawat di rumah sakit dokter Soedarso, kemudian, untuk Kabupaten Kubu Raya itu 2 orang juga dirawat di rumah sakit Soedarso.

"Untuk Kabupaten Mempawah ini merupakan hasil skrining dari Puskesmas dan mereka ini asimptomatik atau orang tanpa gejala. Untuk Kabupaten Sambas itu 2 orang hasil skrining di Puskesmas yang merupakan asimtomatik atau tanpa gejala sedangkan 2 orang dirawat di rumah sakit Sambas.

Kemudian untuk Bengkayang juga merupakan hasil pemeriksaan di Puskesmas, dan untuk kasus di Kayong Utara merupakan 1 orang guru di SMK 1 Sukadana yang memiliki riwayat melakukan perjalanan pada tanggal 16 September ke Medan karena ada acara keluarga, kemudian pada tanggal 21 September pulang dan kemudian merasa demam, sehingga di Kayong Utara ada 1 kasus konfirmasi.

"Kemudian untuk di Kapuas Hulu juga ada 1 kasus konfirmasi yang juga berhubungan dengan klaster sebelumnya yaitu klaster tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit RSUD Diponegoro di Putussibau. Jadi pasien ini merupakan hasil kontak tracing yang berkaitan dengan tenaga kesehatan yang sempat dirawat dimana pasien sebelumnya ini mempunyai riwayat perjalanan ke Jakarta ke Jawa," kata Harisson.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA