Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Gedung Putih Jadi Klaster Covid-19

Selasa 06 Oct 2020 20:47 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Donald Trump

Presiden Donald Trump

Foto: AP/Evan Vucci
Ada setidaknya sembilan di lingkaran presiden yang terpapar Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih telah menjadi klaster baru virus Covid-19 usai Presiden Donald Trump ikut terpapar virus. Kasus terbaru yakni Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany.Hal ini menjadikan ia orang berpangkat tinggi setidaknya kesembilan di lingkaran Presiden.

Menurut CNN, dua wakil McEnany, yakni Chad Gilmartin dan Karoline Leavitt juga dinyatakan positif terkena virus Corona. Leavitt dinyatakan positif beberapa hari yang lalu. Sementara Gilmartin melakukan tes Covid-19 dalam 24 jam terakhir, meskipun waktu pastinya tidak jelas diketahui.

Pada Senin waktu setempat, McEnany mengonfirmasi bahwa dia telah dites positif Covid-19. Dia mengatakan, tidak mengalami gejala apapun. McEnany juga mengaku tidak memiliki pengetahuan tentang tes penasihat Presiden Donald Trump Hope Hicks yang lebih dulu dinyatakan Covid.

McEnany mengatakan dia akan mulai melakukan karantina. CNN mencatat, sekurangnya 10 orang dalam keluarga Presiden Trump, pemerintah AS, dan lingkaran penasihat serta kontak baru-baru ini dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu, setidaknya 23 orang dari lingkaran dalam Trump dinyatakan negatif Covid-19. Namun, beberapa dari mereka yang negatif belum menyatakan apakah telah menerima tes tambahan selama akhir pekan, dan bagaimana hasilnya.

Mengingat hasil tes positif di kantor pers Gedung Putih, staf di area pers atas dan bawah di Sayap Barat Gedung Putih kini bekerja dari jarak jauh atau dari rumah sebagai tindakan pencegahan. Beberapa pekerja penting masih di Gedung Putih.

Menurut kolom opini di Washington Post, Gedung Putih beroperasi di bawah premis yang salah bahwa jika mereka menguji semua orang, mereka dapat mengabaikan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tentang penggunaan masker dan jarak sosial.

Baca Juga

Inilah sebabnya mengapa sangat tidak bertanggung jawab untuk mengadakan upacara pengumuman tanpa masker untuk calon Mahkamah Agung Amy Coney Barrett ketika staf Gedung Putih, wartawan, dan orang luar berinteraksi satu sama lain. Ini adalah mikrokosmos dari penanganan virus yang sangat sembrono, yang telah menewaskan sedikitnya 209 ribu jiwa di Amerika.

Wabah kini mungkin terlalu besar bagi Unit Medis Gedung Putih untuk melakukan pelacakan kontak sendiri. Seperti yang dikatakan sumber anonim kepada CNN, Unit Medis Gedung Putih, dengan staf di bawah 30 orang, melakukan pengujian ekstensif di Gedung Putih dan di acara yang dihadiri Trump.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA