Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Inggris Prioritaskan Lapangan Kerja Dibanding Kenaikan Pajak

Selasa 06 Oct 2020 18:59 WIB

Red: Nur Aini

Bendera Inggris. Inggris prioritaskan lapangan kerja dibanding kenaikan pajak

Bendera Inggris. Inggris prioritaskan lapangan kerja dibanding kenaikan pajak

Inggris menghadapi ekonomi yang buruk akibat pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak pada Selasa (6/10) mengatakan bahwa prioritasnya adalah menyelamatkan lapangan pekerjaan, ketika ditanya tentang kemungkinan kenaikan pajak untuk membayar biaya pandemi Covid-19 yang melonjak.

"Saya pikir prioritas saat ini adalah lapangan pekerjaan," kata Sunak kepada Sky News.

"Fokus saya yang luar biasa saat ini adalah berusaha melindungi dan mendukung adanya lapangan pekerjaan sebanyak mungkin," ujarnya.

Baca Juga

Sunak menolak berkomentar tentang kebijakan pajak pada masa depan.

"Seiring waktu, ya, Anda benar, kita perlu memiliki keuangan publik yang berkelanjutan... tetapi dalam jangka pendek cara terbaik untuk memiliki keuangan publik yang berkelanjutan dalam jangka panjang adalah mencoba dan melindungi lapangan kerja sebanyak mungkin," katanya.

Langkah-langkah pengeluaran darurat oleh Menkeu Inggris itu, termasuk subsidi untuk memperlambat lonjakan pengangguran, akan menelan biaya sekitar 200 miliar poundsterling (sekitar Rp 3,83 kuadriliun) tahun ini dan telah mendorong utang publik lebih dari dua triliun poundsterling (sekitar Rp 38,3 kuadriliun), atau 100 persen dari produk domestik bruto (PDB) Inggris.

Program utama subsidi upah pemerintah akan berakhir pada akhir Oktober dan akan digantikan oleh skema subsidi yang kurang menyeluruh. Walaupun Sunak menolak untuk mengesampingkan kenaikan pajak, para ahli mengatakan dia tidak mungkin terburu-buru untuk mengalihkan fokusnya untuk mengecilkan defisit anggaran, mengingat keadaan ekonomi yang buruk.

Lembaga penelitian ekonomi yang berbasis di London, Institute for Fiscal Studies, mengatakan waktu untuk membayar lonjakan pengeluaran pemerintah tidak mungkin dilakukan pada 2021. Komentar Sunak pada Selasa menggaungkan pidatonya pada konferensi tahunan Partai Konservatif pada Senin (5/10).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA