Selasa 06 Oct 2020 11:44 WIB

Tokopedia Bocorkan 5 Kunci Sukses Jualan Online

Setelah bisnis berkembang, baru memikirkan membangun brand yang kuat.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Karta Raharja Ucu
Merchant Education Senior Lead Tokopedia Pipit Indrawati memberikan paparan dalam webinar di Jakarta, Rabu (30/9).
Foto: Republika/Prayogi
Merchant Education Senior Lead Tokopedia Pipit Indrawati memberikan paparan dalam webinar di Jakarta, Rabu (30/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merchant Education Senior Lead Tokopedia, Pipit Indrawati menjelaskan strategi penjualan daring pada marketplace. Pipit mengungkapkan ada lima kunci sukses berjualan online.

“Kunci sukses jualan online ada lima. Tapi yang paling utama ada empat. Pertama, punya produk untuk dijual. Setelah itu buka toko di marketplace, lakukan pemasaran sesuai target pasar, dari pembeli pertama. Berikan layanan yang berkesan. Dari situ bisa jadi promosi gratis dari mulut ke mulut,” jelas Pipit dalam webinar bertema “UMKM Menuju Digitalisasi” di peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Republika.co.id, Rabu (30/9).

Pertama, kata dia, dengan memilih kategori apa yang akan dijual. Jika nanti ingin menjual kategori produk yang berbeda, Pipit menyarankan tidak dari toko yang sama, tetapi dengan membuka toko baru.

Setelah itu, cari marketplace. Pipit menyarankan semua marketplace dicoba, tetapi ada kelebihan yang jika membuka toko di Tokopedia. Selain gratis, jangkauan wilayah Tokopedia 98 persen di Indonesia, layanan pengiriman lengkap, banyak fitur pendukung penjualan, serta 90 juta pengguna aktif setiap bulan.

Tips lain setelah membuka toko, siapkan produk yang bagus dengan foto produk yang bagus. Buat halaman produk menarik, termasuk nama produk yang mudah dicari dan deskripsi produk yang lengkap dan jelas. Setelah itu baru menerapkan word of mouth. Dari riset Nielsen, 92 persen orang percaya membeli berkat word of mouth.

“Kalau sudah pemasaran itu, merambah ke media sosial, tambah promo, iklan juga bisa sesuai budget. Medsos bisa pakai sesuai target pasar, WhatsApp, Instagram, Facebook. Jangan lupa cantumkan link marketplace-nya,” ujar dia. Setelah bisnis berkembang, baru memikirkan membangun brand yang kuat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement