Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

China Sebut Larangan Tiktok dan Wechat di AS Langgar Aturan

Selasa 06 Oct 2020 11:05 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha

 Tampilan close-up menunjukkan aplikasi berbagi video

Tampilan close-up menunjukkan aplikasi berbagi video

Foto: EPA-EFE/HAYOUNG JEON
AS melanggar prinsip dasa tujuan sistem perdagangan multilateral.

REPUBLIKA.CO.ID, GENEVA -- China mengatakan larangan terhadap aplikasi TikTok dan WeChat adalah pelanggaran peraturan perdagangan bebas World Trade Organization (WTO). Seorang perwakilan China mengatakannya pada pertemuan tertutup WTO pada Jumat lalu.

"Tindakan (pemblokiran) tidak konsisten dengan aturan WTO," katanya, menurut seorang pejabat narasumber Reuters yang tidak ingin diidentifikasi, Senin (5/10).

Presiden AS, Donald Trump telah memerintahkan pemblokiran terhadap dua aplikasi tersebut. Ia juga meminta pemilik TikTok, ByteDance untuk menjual operasionalnya pada perusahaan AS karena alasan keamanan nasional.

Baca Juga

Menurutnya, AS telah melakukan larangan layanan perdagangan lintas negara dan melanggar prinsip dasa tujuan sistem perdagangan multilateral. Pejabat narasumber Reuters mengatakan delegasi China itu menjabarkan gagalnya AS dalam menunjukkan alasan sehingga jadi pelanggaran yang jelas.

Pada pertemuan yang sama, AS membela aksinya dengan mengatakan tujuan larangan tersebut, yakni upaya mitigasi risiko atas keamanan nasional. Pemerintah sebelumnya mengatakan data dari pengguna AS telah diakses oleh pemerintah China.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA