Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Dokter yang Merawat Trump Sengaja Hindari Pertanyaan

Selasa 06 Oct 2020 09:02 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Presiden AS Donald Trump mengepalkan tangan saat keluar dari Walter Reed Medical Center, Senin (5/10).

Presiden AS Donald Trump mengepalkan tangan saat keluar dari Walter Reed Medical Center, Senin (5/10).

Foto: Ken Cedeno/EPA
Para dokter presiden tak mengungkap kondisi detail kesehatan Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Dokter-dokter presiden Amerika Serikat (AS) mengandalkan undang-undang privasi kesehatan pasien untuk menghindari pertanyaan mengenai kondisi kesehatan Donald Trump. Namun, mereka mengungkapkan detail kondisi pasien yang lain.

Pakar Undang-undang informasi pasien atau Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA) mengatakan tampaknya data yang dipilih dokter presiden Sean Conley untuk diungkapkan sesuai dengan tingkat kenyamanan Trump.

"Hal ini sedikit membingungkan, kemungkinan besar dokter duduk bersama presiden dan bertanya informasi mana saya yang ingin diungkapkan," kata mantan pengacara pemerintah AS yang mengawasi penegakan HIPAA, Deven McGraw, Selasa (6/10).

Dalam konferensi persi di depan Walter Reed National Military Medical Center, Conley mengatakan tekanan darah Trump sedikit tinggi, 134/78. Sementara jantung dan pernapasannya berada di level normal. Namun ketika wartawan bertanya tentang hasil pemeriksaan (scan) paru-paru dan kapan terakhir kali hasil tes Covid-19 Trump negatif, para dokter menolak menjawabnya dengan mengutip HIPAA.

"Tidak ada perlindungan khusus untuk scan paru-paru, ini benar-benara apa yang presiden beri otoritasi untuk ungkapkan. Jadi saya harus berasumsi keputusan mengenai informasi apa yang diungkapkan sesuai dengan tingkat kenyamanan presiden," kata McGraw.

HIPAA melarang data medis seseorang disebarluaskan tanpa persetujuan orang yang bersangkutan. Karena HIPAA, banyak orang yang tidak mendapatkan informasi apa pun saat mereka mencari tahu kondisi kesehatan keluarganya.

Keputusan para dokter Trump untuk menyeleksi informasi apa saja yang diungkapkan menimbulkan lebih banyak pertanyaan mengenai kondisi kesehatan presiden. Saat ini Trump sudah kembali ke Gedung Putih.

Ketua House of Representative Nancy Pelosi mengatakan 'membingungkan' jika informasi dari dokter-dokter presiden 'harus disetujui oleh presiden'. Conley mengelak pertanyaan para wartawan dengan menggunakan HIPAA.

"HIPAA sedikit melarang saya untuk terlalu dalam pada hal-hal seperti itu, Anda tahu, saya tidak benar-benar bebas atau dia tidak ingin hal ini dibahas," kata Conley yang juga komandan Angkatan Laut AS.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA