Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Malaysia dan Myanmar Jadi Pusat Covid-19 Terbaru di Asia

Senin 05 Oct 2020 16:14 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Sejumlah warga berjalan di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). Pemerintah Malaysia menutup pintu masuk warga pemegang visa jangka panjang dari 23 negara yang beresiko tinggi terhadap COVID-19 antara lain Indonesia, Amerika Serikat, India, Spanyol, Inggris, Arab Saudi, Perancis, Turki, Italia, Jerman.

Sejumlah warga berjalan di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). Pemerintah Malaysia menutup pintu masuk warga pemegang visa jangka panjang dari 23 negara yang beresiko tinggi terhadap COVID-19 antara lain Indonesia, Amerika Serikat, India, Spanyol, Inggris, Arab Saudi, Perancis, Turki, Italia, Jerman.

Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Malaysia dan Myanmar menggantikan Filipina dan Indonesia sebagai pusat Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, SABAH -- Malaysia dan Myanmar muncul sebagai dua pusat virus corona terbaru di Asia. Kedua negara mengalahkan Filipina dan Indonesia yang masih berjuang untuk mengendalikan beban kasus yang terus bertambah.

Malaysia melaporkan 293 kasus virus corona baru pada Ahad (4/10), menjadikan jumlah total infeksi menjadi 12.381. Sedangkan, laporan kematian tetap masih dalam jumlah 137 orang, dengan tidak ada kematian baru yang tercatat.

Pemerintah Malaysia melaporkan rekor peningkatan harian dalam kasus virus pekan lalu, sebagian karena kelompok yang terkait dengan pemilihan umum di negara bagian terbesar kedua, Sabah. Wilayah itu melaporkan 126 kasus baru dengan 31 berasal dari tiga kelompok berbeda, sementara 78 terdeteksi dari pengecekan individu yang bergejala, 12 dari kontak dekat, dan dua dari tempat kerja.

Baca Juga

Sedangkan di Myanmar, infeksi virus corona melonjak dengan rekor 41 kematian tercatat pada Ahad, menjadikan jumlah kematian 412 dari hanya tujuh bulan lalu. Jumlah korban sekarang menjadi tertinggi ketiga di Asia Tenggara, setelah Indonesia dan Filipina, dengan jumlah kematian dan kasus meningkat dua kali lipat lebih cepat daripada di mana pun di dunia.

Jumlah kasus Covid-19 meningkat menjadi 17.794 di Myanmar yang memiliki salah satu sistem kesehatan terlemah di dunia. "Situasinya tidak bagus. Ambulans dan kru kami bahkan tidak bisa istirahat," kata pemimpin kelompok sukarelawan di kotapraja Yankin, salah satu kota terparah di kota utama Myanmar, Yangon, Kyi Myint.

Jumlah kasus Covid-19 kedua negara masih tinggi secara keseluruhan jika dibandingkan Filipina yang melaporkan 3.190 kasus virus corona baru pada Ahad dan menjadi peningkatan harian terbesar sejak 21 September. Penambahan itu menjadikan total infeksi yang dikonfirmasi menjadi 322.497 dan merupakan penghitungan tertinggi di wilayah tersebut. Kementerian Kesehatan Filipina juga melaporkan 100 kematian lagi, jumlah harian tertinggi sejak 14 September, menjadikan korban meninggal menjadi 5.776 orang.

Indonesia melaporkan 3.992 kasus virus corona baru pada hari yang sama dan peningkatan harian terendah dalam enam hari. Jumlah tersebut menjadikan jumlah total infeksi menjadi 303.498. Sedangkan, jumlah kematian terkait virus corona meningkat 96 menjadi 11.151 jiwa. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA