Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Inilah Dzikir Paling Utama (1)

Senin 05 Oct 2020 05:20 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

Inilah Dzikir Paling Utama (1). Berdzikir. Ilustrasi

Inilah Dzikir Paling Utama (1). Berdzikir. Ilustrasi

Foto: Thoudy Badai/Republika
Dzikir ini bisa diulang sebanyak-banyaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustadz Zaitun Rasmin menyebut ada dzikir yang paling utama bagi seorang Muslim, yaitu laa ilaaha illallah. Dzikir ini bisa diulang sebanyak-banyaknya.

"Dan itu juga sekaligus untuk memperbarui iman juga," kata dia kepada Republika.co.id, pekan lalu.

Hal itu juga tercantum dalam hadist shahih, وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ- صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ-‏:‏ ‏"‏ جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ ‏"‏‏.‏ قِيلَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا‏؟‏ قَالَ‏:‏ ‏"‏ أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ‏"‏‏.‏

Baca Juga

Anjuran dzikir yang paling utama itu juga ditegaskan dalam Fiqih Do’a dan Dzikir jilid 1 oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr. Dalam buku itu, disebutkan hadist shahih Al-Bukhari,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ، أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih, atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama yaitu perkataan laa ilaaha illallah, dan yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu termasuk bagian dari iman'." 

Masih dari buku yang sama, disebutkan juga ada kalimat agung yang disebutkan oleh nash-nash tentang keutamaannya, yaitu kalimat hauqalah, yaitu ucapan laa haula walaa quwwaata illa billah (tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan Allah).

Kalimat tersebut juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari hadist Abdullah bin Amr bin Al-Ash, dia berkata, Rasulullah bersabda,

"Tidak ada di permukaan bumi seseorang mengucapkan ‘laa illaaha illallah, wallahu akbar, wasubhaanallah, walhamdulillah, walaa haula walaa quwwata illa billah’ (Tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah, dan Allah Mahabesar, dan Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada upaya serta kekuatan kecuali dengan Allah), melainkan dihapuskan darinya dosa-dosanya meski lebih banyak daripada buih lautan."

Atas dasar tersebut, Ustadz Zaitun kembali menegaskan dzikir lainnya yang utama adalah mengucapkan 

لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك 

وله الحمد وهو على كل شيء قدير

Latin: Laaailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.

Arti kalimat tauhid: Tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, baik yang hidup atau mati, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu.

"Juga ucapan dua kalimat yang ringan di lidah tapi berat di timbangan  سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal MUI itu. Selain itu, juga bershalawat kepada Rasulullah.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA