Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Kriminolog: Anak-Anak Muda Sasaran Infiltrasi Ideologi Baru

Ahad 04 Oct 2020 21:01 WIB

Red: Fernan Rahadi

Anak muda (ilustrasi).

Anak muda (ilustrasi).

Foto: Republika/Prayogi
Kalau ditanya, banyak yang tidak hafal Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Dr Muhammad Kemal Darmawan mengatakan bahwa anak-anak muda telah menjadi sasaran infiltrasi ideologi baru. Untuk memperkuat penolakan terhadap ideologi yang berusaha mengubah falsafah bangsa, kata dia, segala upaya tentunya  harus dijalankan oleh negara bersama dengan berbagai pihak terkait.

"Bisa macam-macam upaya dan sasarannya, yang pertama jelas sasarannya adalah anak muda, anak-anak sekolah dan sebagainya, melalui jalur pendidikan. Jelas, sasaranbya itu anak muda yang masih rentan," ujar Muhammad Kemal Darmawan beberapa waktu lalu.

Menurutnya saat ini kita kehilangan jalur pendidikan yang memperkenalkan dan memantapkan nilai-nilai Pancasila. Ia mencontohkan jika dulu di era orde baru ada Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang sekarang sudah hilang. Hal ini banyak terlihat jika dulu orang kalau ditanya lima sila Pancasila bisa dipastikan orang sudah hafal. Namun sekarang kalau ditanya, banyak yang tidak hafal Pancasila.

"Jadi melalui jalur pendidikan jelas yang harus dilakukan. Lalu harus juga ada bukti empiris, harus ada contoh-contoh dari para pemimpin kita untuk memberikan suri tauladan kepada masyarakat bahwa mereka dalam bertindak, bertingkah laku dan membuat kebijakan juga harus berdasarkan pancasila," jelas Kemal.

Karena menurut Kemal jika tidak ada yang mencontohkan bagaimana masyarakat akan ingat dan mendalami lagi hingga terinternalisasi. Ia berujar bahwa kalau di institusi TNI dan Polri memang selalu diingatkan, tapi yang sipil tidak diingatkan, hingga hilang semua. Dan yang membuat ia miris adalah banyak yang tidak hafal lagi pancasila bahkan sampai viral di media sosial dan malah jadi guyonan.

"Padahal sebetulnya hal tersebut memprihatinkan, tapi malah dianggap guyonan sama anak-anak muda. Bagaimana ancaman-ancaman terorisme tidak lebih serius kalau kita tidak menjaga Pancasila itu," kata mantan Kepala Departemen Kriminologi UI tersebut.

Kemal menuturkan sosialisasi kepada para anak muda penting untuk dilakukan agar mereka memiliki kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain. Karena menurutnya anak-anak muda kadang-kadang kebablasan guyonannya, bahkan tidak ada pedomannya, tidak ada pertahanan dirinya. Pancasila sebagai falsafah bangsa merupakan pertahanan diri.

"Jadi kita harus sadar pada saat kita melaksanakan sesuatu itu harus ada pertahanan dirinya. Nah sekarang anak-anak muda guyon tanpa ada dasar yang ngerem, ini yang bahaya sehingga suka kebablasan dan sebagainya," tutur Dr Kemal.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA