Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

OJK Akan Keluarkan Aturan Fintech P2P Terbaru

Ahad 04 Oct 2020 17:19 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK akan memperbarui aturan penyelenggaraan fintech peer to peer lending (P2P lending).

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK akan memperbarui aturan penyelenggaraan fintech peer to peer lending (P2P lending).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Aturan tersebut akan disesuaikan RUU perlindungan data pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperbarui aturan penyelenggaraan fintech peer to peer lending (P2P lending). Nantinya regulator akan memasukkan beberapa hal yang belum diatur dalam Peraturan OJK 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta mengatakan, aturan baru akan mengikuti rancangan undang-undang perlindungan data pribadi (PDP) yang sedang disusun oleh DPR. 

"Saat ini marak penyalahgunaan data pribadi konsumen pada industri fintech, utamanya dilakukan oleh penyelenggara ilegal," ujar Tris, Ahad (4/10).

Baca Juga

Secara prinsip, aturan ini akan sejalan dengan PDP. Nantinya Peraturan OJK yang baru sebagai pengganti Peraturan OJK 77 yang sudah menyesuaikan dengan PDP.

"Kami juga sedang menunggu RUU PDP. Ini juga sudah masuk pada penyempurnaan (POJK) yang targetnya akan kami keluarkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan," ucap Tris.

Kepada Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi menambahkan, OJK akan menerbitkan aturan baru agar penyaluran pinjaman fintech P2P lending lebih merata. 

"Realisasi pinjaman fintech masih didominasi Jawa khususnya Jabodetabek. Wilayah di luar Jawa bisa menjadi peluang untuk dimanfaatkan," ucapnya.

Riswinandi menyebut penerbitan aturan baru harus dilakukan secara pelan-pelan untuk mengejar perkembangan teknologi yang tepat. Apalagi fintech lending sudah memiliki ekosistem untuk berkembang seperti e-commerce.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA