Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Riset McKinsey: Asuransi Jiwa Meningkat Sedekade Terakhir

Ahad 04 Oct 2020 14:20 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Asuransi jiwa (ilustrasi). McKinsey mencatat, negara-negara di Asia kini menjadi pendorong pertumbuhan premi asuransi secara global.

Asuransi jiwa (ilustrasi). McKinsey mencatat, negara-negara di Asia kini menjadi pendorong pertumbuhan premi asuransi secara global.

Negara berkembang berkontribusi lebih dari separuh dari total premi asuransi global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga riset McKinsey mempublikasikan laporan bertajuk The Future of Life Insurance yang menggambarkan kinerja industri asuransi jiwa. Industri ini telah melewati tantangan besar untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas dalam satu dekade terakhir. 

McKinsey mencatat, industri asuransi jiwa mencatatkan perkembangan pesat di negara-negara berkembang. Angka itu menyumbang porsi pertumbuhan premi terbesar secara global dalam sepuluh tahun terakhir.

Salah satu temuan paling mencolok adalah tumbuhnya kontribusi premi asuransi jiwa di negara-negara berkembang terhadap total premi secara global. "Bahkan, lebih dari separuh pertumbuhan premi asuransi yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir berasal dari negara berkembang," seperti dikutip dalam laporan McKinsey, Ahad (4/10).

Baca Juga

McKinsey mencatat pada 2010, total premi global asuransi jiwa mencapai 1.961 miliar dolar AS. Sebesar 85 persen di antaranya atau sekitar 1.666,85 miliar dolar AS berasal dari negara maju dan 15 persen sisanya atau sekitar 295,15 miliar dolar AS dari negara berkembang. 

Kemudian pada 2019 McKinsey mencatat premi global asuransi jiwa mencapai 2.582 miliar dolar AS. Adapun kontribusi negara maju tercatat menjadi 76 persen atau sekitar 1.962,32 miliar dolar AS. Sedangkan kontribusi negara berkembang menjadi 24 persen atau sekitar 619,68 miliar dolar AS.

Dalam satu dekade terakhir tercatat adanya pertumbuhan premi asuransi jiwa secara global sebesar 621 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, 52 persen di antaranya berasal dari negara berkembang dan sisanya dari negara maju, yang masyarakatnya telah memiliki pemahaman tentang asuransi lebih baik.

Negara berkembang terutamadi Asia yang sebelumnya merupakan kontributor kecil, telah menjadi pendorong pertumbuhan global. Ssekarang, negara-negara berkembang di Asoa menyumbang lebih dari setengah pertumbuhan premi global dan 84 persen pertumbuhan anuitas individu.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA