Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Banjir Bandang Landa Tiga Kecamatan di Cianjur Selatan

Sabtu 03 Oct 2020 19:51 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih

ilustrasi banjir

ilustrasi banjir

Foto: pexels
Ada ratusan rumah di tiga kecamatan yang terdampak banjir bandang.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR--Bencana banjir bandang melanda wilayah selatan Kabupaten Cianjur Jumat (2/10) malam. Akibatnya ratusan unit rumah warga di tiga kecamatan terdampak.

Pada saat kejadian ketinggian sempat mencapai dua meter. Bencana ini terjadi akibat meluapnya aliran air sungai Cisokan akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa jam.

"Dari laporan yang diperoleh ada enam desa di tiga kecamatan di wilayah selatan yang terendam banjir,'' kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Irfan Sopyan kepada wartawan, Sabtu (3/10).

Banjir bandang ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sore pukul 16.00 Wib hingga malam hari. Data yang dihimpun lima desa yang terdampak banjir bandang yakni Desa Muara Cikadu Kecamatan Sindangbarang dan Desa Karangsari Kecamatan Agrabinta.

Selanjutnya di Kecamatan Leles ada empat dyakni Desa Pusakasari, Desa Karyamukti, Desa Sindangsari, dan Desa Nagasari. Wilayah yang terdampak paling besar berada di Kampung Cibolang Desa Pusakasari Kecamatan Leles.

Ketinggian air di kampung tersebut mencapai dua meter sehingga atap rumah warga terendam. Sementara di daerah lain ketinggian air rata-rata 80 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.

Laporan sementara dari Relawan Tangguh Bencana (Retana) ungkap Irfan, ada sebanyak ratusan rumah di tiga Kecamatan yang terdampak banjir bandang. Untuk memastikannya petugas masih melakukan pendataan di lapangan.

Tim juga sedang mencari informasi apakah ada korban hanyut atau tidak dari banjir bandang. Salah seorang warga Kampung Parigi Desa Sindangsari mengatakan, banjir ini baru yang terjadi lagi sejak beberapa tahun terakhir.

Kali ini kata dia dampaknya lebih parah dibandingkan banjir-banjir akibat luapan sungai Cisokan. Sehingga rumahnya yang biasanya tidak terendam banjir kini terkena dampak genangan air.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA