Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Serapan Gas Sektor Listrik Masih Belom Optimal

Sabtu 03 Oct 2020 09:03 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Serapan gas sektor listrik masih belum optimal. Realisasi penyaluran gas Agustus sebesar 315 BBTUD.

Serapan gas sektor listrik masih belum optimal. Realisasi penyaluran gas Agustus sebesar 315 BBTUD.

Foto: PGN
Agutus ini realisasi penyaluran gas ke sektor pembangkit listrik sebesar 315 BBTUD

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatat serapan gas untuk sektor kelistrikan masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh menurunnya konsumsi listrik sehingga mengurangi serapan gas untuk pembangkit.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, menjelaskan hingga Agutus tahun ini realisasi penyaluran gas ke sektor pembangkit listrik sebesar 315 BBTUD. Angka ini turun tiga persen dibandingkan serapan periode yang sama tahun lalu. “Penurunan konsumsi gas akibat adanya penurunan permintaan energi listrik,” kata Rachmat, Jumat (2/10) lalu.

Sebaliknya, konsumsi gas untuk kelompok industri yang mendapatkan insentif harga gas justru menunjukkan peningkatan. Penyaluran gas bumi ke pelanggan industri tertentu sesuai Kepmen ESDM 89K/2020 telah teralisasi 71 persen dari total alokasi. Pada Agustus 2020, realisasi tersebut meningkat menjadi 270 BBTUD dari 250 BBTUD di bulan Juli 2020.

Menurut Rachmat, tekanan pandemi Covid-19 masih terasa pada perekonomian Indonesia dengan geliat yang lambat dan belum mengalami ekspansi pada Juli 2020, namun sudah membaik menuju stabiliasi.

“Hampir semua sektor industri pelanggan Kepmen ESDM 89K/2020, mulai semester II 2020 sudah rebound dengan adanya relaksasi dari pemerintah. Bahkan, industri keramik sudah menyatakan akan menggenjot ekspor keramik dengan adanya stimulus kebijakan harga gas,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA