Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Pagaralam Miliki Desa Wisata dan Sekolag Kopi Basemeh

Sabtu 03 Oct 2020 00:25 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

(Foto: ilustrasi kopi)

(Foto: ilustrasi kopi)

Foto: Pixabay
Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah tersebut bagian kolaborasi berasama masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kota Pagaralam Sumatra Selatan memiliki desa wisata dan sekolah kopi Basemah. Desa wisata ini sebagai wadah meningkatkan kualitas kopi di wilayah tersebut dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani kopi setempat.

Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan Pagaralam sebagai salah satu penghasil kopi paling besar di Indonesia terus mengupayakan peningkatan kualitas kopi dari hulu hingga hilir. Bekerja sama dengan berbagai pihak, adanya Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah tersebut bagian kolaborasi berasama masyarakat.

"Sampai sekarang kami masih membina para petani agar kopi-kopi dari Pagaralam mendapatkan harga yang lebih baik di pasaran," ujarnya saat meluncurkan Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah di Kecamatan Dempo Utara.

Menurutnya para petani juga dibina agar hasil produksi meningkat. Salah satunya melalui teknik stek kopi sejak beberapa tahun terakhir yang disebut mampu meninkatkan hasil panen hingga 300 persen.

"Dampaknya kesejahteraan petani kopi akan ikut meningkat," kata dia.

Meski baru saja diluncurkan, namun sampel kopi produksi desa wisata tersebut akan langsung mengikuti kontes kopi dunia AVPA-Paris 2020 di Prancis yang akan dimumukan pada akhir Oktober 2020.

Ia berharap sampel kopi Pagaralam yang diikutkan kontes itu mendapatkan medali. Selain itu juga dapat membuka jalan ekspor bagi produk kopi Pagaralam. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan harga ditingkat petani yang saat ini masih terbilang rendah pada kisaran Rp 18.000 - Rp 20.000 perkilogram.

Ketua Dewan Kopi Sumsel, Zein Ismed, menyebut pembentukan Desa Wisata dan Sekolah Kopi Basemah Pagaralam menjadi model bisnis baru bidang agrowisata dan kolaborasi rantai nilai kopi dari hulu ke hilir. Dia berharap muncul desa wisata kopi di daerah penghasil kopi lainnya.

"Dengan masifnya pembinaaan dan kolaborasi maka kami yakin bisa memberikan dampak positif bagi permintaan pasar terhadap kopi Pagaralam dampak membaiknya kualitas kopi yang dihasilkan," ujar Zein.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA