Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Perang Urat Syaraf Jelang MU Vs Tottenham

Jumat 02 Oct 2020 20:54 WIB

Red: Israr Itah

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kiri) dan pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho.

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer (kiri) dan pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho.

Foto: Lynne Cameron/EPA EFE
Mourinho mengejek United karena banyak dihadiahi tendangan penalti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tensi meninggi jelang pertemuan Manchester United (MU) kontra Tottenham Hotspur, akhir pekan ini. Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer dan bos Tottenham Hotspur Jose Mourinho saling lempar sindiran menjelang pertemuan kedua tim dalam laga Liga Premier akhir pekan ini.

Mourinho mengejek United karena banyak dihadiahi tendangan penalti. Sebaliknya Solskjaer menyindir keberuntungan Spurs mendapatkan bye dalam Piala Liga setelah lawannya dari klub Liga Dua Leyton Orient tersandung kasus virus corona.

Namun, Solksjaer berusaha lebih dingin menanggapi perang kata-kata di antara mereka dan tak mau terlibat lebih dalam lagi. Solskjaer menyatakan dia tidak ingin terperangkap masuk perang urat syaraf menjelang pertandingan.

"Jose selama beberapa tahun telah memberi kami saat-saat fantastis dalam sepak bola, dalam jumpa pers dan di lapangan," kata Solskjaer.

"Kita berada di masa yang aneh saat ini dan kadang-kadang Anda menjadi agak sedikit lucu. Jose adalah pelatih yang kharismatis dan saya nikmat membahas dia di media, nikmat menyaksikan dia," kata Solskjaer seperti dikutip Reuters.

"Saya menaruh respek sangat besar kepada dia sebagai pelatih dan semua hal yang dia berikan kepada sepakbola."

Solskjaer memastikan Harry Maguire yang mengalami cedera pergelangan kaki saat menghadapi Brighton & Hove Albion, sudah bugar kembali untuk turun bertanding melawan Spurs pada Ahad (4/10).

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA