Jumat 02 Oct 2020 11:32 WIB

Warga Ciletuh Tolak Makam Digusur dan Akuisisi Ciletuh Hilir

Warga menolak penggusuran makam keramat dan akuisisi Ciletuh Hilir

  Warga Ciletuh dalam Forum Rakyat Ciletuh  unjuk rasa menentang akuisisi Kampung Ciletuh Hilir oleh MNC Land dalam perluasan proyek Lido Resort.  
Foto: Dok Istimewa
Warga Ciletuh dalam Forum Rakyat Ciletuh  unjuk rasa menentang akuisisi Kampung Ciletuh Hilir oleh MNC Land dalam perluasan proyek Lido Resort.  

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Warga Ciletuh yang tergabung dalam Forum Rakyat Ciletuh didukung mahasiswa PMII (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia)   dan Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) Presidium Jawa Barat melakukan unjuk rasa menentang akuisisi Kampung Ciletuh Hilir oleh MNC Land dalam perluasan proyek Lido Resort.  

Warga Ciletuh Hilir, Bogor. Mereka menyebut MNC Land  dengan proyek Lido Resortnya mulai menggusur Makam Kramat Warga Ciletuh.  Sekitar 300 pendemo membawa berbagai atribut teaterikal seperti topeng Donald Trump, Harry Tanoe , poster tuntutan dan keranda mayat. Warga Ciletuh yang mayoritas petani juga membawa pacul.     

Baca Juga

Demonstrasi dilakukan sekitar 300 warga Kampung Ciletuh Hilir, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor di gerbang masuk Lido Resort MNC Land, persis di pinggir jalan Bogor-Sukabumi, Kamis (2/10).  

"Lawan lawan lawan MNC, lawan MNC sekarang juga," teriak pendemo dalam nyanyian memprotes langkah MNC Land yang mereka tuduh sudah mulai menggusur makam kramat leluhur mereka yang sudah ada sejak penjajahan Belanda 1834. 

Demonstrasi mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Bentrokan berhasil dihindari saat pendemo dilarang kembali ke kampungnya melalui jalan utama Lido Resort yang juga merupakan jalur utama warga Ciletuh Hilir untuk keluar masuk. Warga mengalah untuk melalui jalur lain dengan memutar lewat kampung lain.  

Dalam demonstrasi, secara teaterikal digambarkan petani dengan paculnya diinjak pendemo lain yang mengenakan topeng Donald Trump dan Harry Tanoe. Sementara poster tuntutan kembalikan hak petani diacung-acungkan para pendemo.

Ketua Bang Japar Presidium Jawa Barat, Budhy Lesmana alias Budhy Gondrong, mengatakan selain masalah makam kramat yang digusur, warga juga memprotes lahan garapan warga yang dimusnahkan tanpa kompromi. "Mana nilai-nilai kemanusiaan yang kalian gembar-gemborkan. Memang betul itu tanah sudah jadi milik MNC Land, tetapi tanaman di lahan yang sempat telantar sudah ditanami warga dan tinggal sebulan tunggu panen. Tetapi digusur begitu saja. Mengapa bertindak sewenang-wenang, di mana nilai-nilai kemanusiaan yang kalian gembar-gemborkan," ujar dia. Lido Resort sebelumnya milik Bakri Group sebelum diakuisisi MNC Land.  

Sedangkan Ketua RW Ciletuh Hilir Djajang Mulyana memaparkan bukti-bukti makam warga Ciletuh Hilir mulai digusur. "Sudah ada enam makam yang dipindahkan. Kenapa arwah leluluhur kami diusik juga," teriak Ketua RW Ciletuh Hilir dalam orasi berapi-api.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement