Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

Monday, 12 Rabiul Awwal 1443 / 18 October 2021

BKsPPI Sarankan Perbaikan Penanganan Covid-19 di Pesantren

Jumat 02 Oct 2020 10:07 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Esthi Maharani

Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS

Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS

Foto: Dok SBBI
Pesantren dapat mengambil langkah alternatif berupa pelaksanaan pembelajaran daring

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren se Indonesia (BKsPPI) Prof. KH. Didin Hafidhuddin mengaku prihatin dengan banyaknya pesantren yang terpapar Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Agama ada sebanyak 27 pondok pesantren di 10 provinsi yang terpapar Covid-19. Diketahui pula total santri yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 1.400 orang. Menurutnya perlu ada perbaikan penanganan sehingga Covid-19 di pesantren tidak semakin menyebar luas.  

"Tentu ini sangat memprihatinkan kita semua karena jumlah santrinya cukup banyak 1400 orang. Bahkan ada santri dan kiai yang meninggal karena Covid 19. Perlu ada perbaikan penanganan, antara lain kalau masih tetap di pesantren harus ada jaga jarak di pesantren antara satu santri dengan santri lainnya, di samping pakai masker. Itu sangat sulit dilakukan perlu tempat yang besar dan luas," kata Prof Didin kepada Republika.co.id pada Jumat (2/10).

Menurut Didin, Pesantren dapat mengambil langkah alternatif berupa pelaksanaan pembelajaran daring yang dapat diikuti tiap santri di rumahnya masing-masing.

"Alternatifnya santri dipulangkan dulu ke rumah masing-masing dan jika belajar maka belajar pakai daring," katanya.

Sebelumnya Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat sampai sekarang ada 27 pondok pesantren di 10 provinsi dengan jumlah 1.400 santri yang terkena Covid-19. Meski begitu, ia mengatakan mayoritas santri yang terpapar Covid-19 sudah sembuh.

"Alhamdulillah dari jumlah yang tadi saya sebutkan (1400 santri positif Covid-19), lebih dari 900 (santri) lebih yang sembuh, sisanya masih dalam perawatan, dan terkonfirmasi satu (santri) yang meninggal dunia," kata Kiai Zainut saat peluncuran Hari Santri 2020 di Kantor Kemenag, Kamis (1/10).

Wamenag berdoa untuk santri yang meninggal dunia dan beberapa kiai serta ibu nyai yang wafat karena Covid-19. Kemenag, lanjutnya, memberikan perhatian dan merasa prihatin dengan kondisi tersebut.

"Mudah-mudahan mereka semuanya meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Semoga amal ibadah mereka diterima amal ibadahnya dan dilipatgandakan serta dimasukan dalam surga-Nya," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA