Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Satgas Covid Sasar Influencer Sosialiasi Protokol Kesehatan

Kamis 01 Oct 2020 23:58 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Masker (ilustrasi).

Masker (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Para pemengaruh digandeng untuk membantu upaya mengubah perilaku masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Turro Wongkaren mengatakan pihaknya sudah mulai menyasar para pemengaruh atau influencer untuk ikut menyosialisasikan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

"Istilah influencer, meskipun baru populer sekarang, sebenarnya kan sudah ada dari dulu dalam bentuk tokoh-tokoh dan pemimpin di masyarakat. Bagi masyarakat Indonesia, role model seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan selebritas sangat berpengaruh," kata Turro dalam acara bincang-bincang Satgas Penanganan Covid-19 yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dari Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (1/10).

Turro mengatakan para pemengaruh di masyarakat itu tidak selalu dalam bentuk pemimpin formal, seperti kepala desa, lurah, camat, atau bupati. Bisa jadi para pemengaruh di masyarakat itu adalah ulama, kiai, pemimpin gereja, pemimpin adat, bahkan pengusaha yang berpengaruh di suatu daerah.

Terkait upaya mengubah perilaku masyarakat agar bisa menerima dan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Turro mengatakan sangat memungkinkan dilakukan dengan menggandeng para pemengaruh tersebut. Yang terpenting adalah identifikasi siapa pemengaruh di suatu daerah atau komunitas.

"Pendekatan pertama yang perlu dilakukan dengan melihat masing-masing wilayah dan komunitas. Komunitas pun ada berbagai macam, ada komunitas adat, komunitas berdasarkan profesi dan kepentingan ekonomi, hingga komunitas berdasarkan hobi. Masing-masing memiliki karakter dan orang-orang penting yang bisa mempengaruhi," tuturnya.

Turro mengatakan masyarakat Indonesia sangat beragam, termasuk informasi yang mereka dapatkan tidak sama satu sama lain dengan penerimaan yang berbeda pula.

"Ada kelompok masyarakat yang mendapatkan informasi yang salah tentang Covid-19, ada pula yang mengira Covid-19 tidak akan menyerang mereka hanya menyerang orang-orang tertentu. Tugas kita adalah menyadarkan mereka bahwa Covid-19 tidak memandang bulu, siapa pun bisa terkena," katanya.

Menurut Turro, secara umum orang-orang yang meyakini tidak akan tertular Covid-19 adalah anak muda dan laki-laki yang menganggap dirinya masih muda, kuat, dan tidak terkena paparan Covid-19. "Kita harus membuat strategi yang baik untuk menyasar mereka," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA