Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

PPL Motivasi Petani Minahasa Selatan Swasembada Cabai

Kamis 01 Oct 2020 20:44 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Penyuluh pertanian lapangan mengawal petani Desa Tambelang di Kecamatan Maesaan mengembangkan sentra produksi cabai keriting. Dimana awalnya 0,2 hektar kini meluas 10 hektar dalam waktu setahun.

Penyuluh pertanian lapangan mengawal petani Desa Tambelang di Kecamatan Maesaan mengembangkan sentra produksi cabai keriting. Dimana awalnya 0,2 hektar kini meluas 10 hektar dalam waktu setahun.

Foto: Kementan
PPL mendukung petani desa di Minsel menjadi sentra cabai keriting

REPUBLIKA.CO.ID, MINAHASA SELATAN -- Penyuluh pertanian lapangan berupaya menyokong petani agar Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mampu memasok cabai secara mandiri. Salah satunya mengawal petani Desa Tambelang di Kecamatan Maesaan mengembangkan sentra produksi cabai keriting. Dimana awalnya 0,2 hektar kini meluas 10 hektar dalam waktu setahun.

Sinergi penyuluh pertanian lapangan (PPL) Mikhael Ramses Dawit dan penyuluh swadaya Farid Istiaji memotivasi dan membagi pengetahuan dan pengalaman dengan petani Desa Tambelang sehingga berkembang menjadi sentra produksi cabai keriting yang potensial di Minsel, Provinsi Sulawesi Utara.

"Dari segi luas lahan, hanya dalam waktu setahun, luas lahan cabai keriting meningkat hingga 10 hektar, dari sebelumnya 0,2 hektar pada 2019," kata Farid Istiaji.

Menurut Mikhael David, hal itu tak lepas dari dukungan Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Distan Pemkab) Minsel yang memfasilitasi petani, dengan sarana dan prasarana produksi baik benih cabai, pupuk organik padat dan serta multa plastik pada 2019.

"Pemkab Minsel mengapresiasi dan memotivasi petani menggerakkan potensi pertanian daerah. Usaha tani harus dikelola profesional, dengan menerapkan prinsip kewirausahaan sehingga keuntungannya berlipat ganda," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Novly Wowiling usai tanam dan panen perdana cabai keriting di Desa Tambelang, belum lama ini.

Kadistan Novly Wowiling mengharapkan petani milenial di Kecamatan Maesaan dan Ranopayo mengembangkan usaha tani orientasi laba. Dampaknya, petani milenial menyadari bahwa bertani menguntungkan, berupaya meningkatkan produksi sehingga Minsel mampu mandiri cabai tanpa tergantung suplai dari luar kabupaten.

Menurutnya, Pemkab mengapresiasi inisiatif petani milenial setempat menggelar Farmers Field Day (FFD) sebagai gerakan tanam dan panen cabai keriting didukung pihak swasta, PT East West Seed Cap Panah Merah. 

Kegiatan FFD digagas Kenny Lembong dan Glen Runturambi, yang juga pengurus kelompok tani (Poktan) Milenial yang bergabung pada Gapoktan Berkarya. FFD disambut baik oleh petani milenial dari Kecamatan Maesaan dan Ranopayo di Minsel.

Penyuluh pertanian pusat, Suwarna selaku pembina penyuluhan pertanian Provinsi Sulawesi Utara mengatakan capaian Minsel sejalan dengan instruksi dan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa petani harus tetap ke lapangan untuk berproduksi.

Dalam meningkatkan produksi, kata Mentan Syahrul, Kementan siap membantu petani dan pelaku usaha dengan Kredit Usaha Rakyat [KUR] bunga rendah, 6 persen. 

"Mau KUR berapa saya siapkan. Dengan KUR kita juga bisa bangun irigasi atau menampung hasil produksi petani. Tujuannya, stok pangan aman dan harga tidak lagi dimainkan," kata Mentan dalam aneka kesempatan berjumpa petani dan penyuluh di seluruh Indonesia.

Hal senada dikemukakan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi khususnya peran petani milenial dan penyuluh mendukung pencapaian ketahanan pangan melalui upaya mandiri pangan mulai di tingkat desa hingga kabupaten, pada gilirannya berdampak ke tingkat provinsi."Apabila setiap desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi dapat mencapai mandiri pangan untuk memenuhi kebutuhan daerahnya, maka secara nasional akan mendukung Indonesia mencapai ketahanan pangan," kata Dedi Nursyamsi.

Menanggapi hal itu, Kenny Lembong dan Glen Runturambi mengapresiasi dukungan pusat dan daerah terhadap pengembangan potensi pertanian spesifik lokasi, sehingga mendorong meningkatnya sinergi penyuluh dan petani meningkatkan produksi pertanian khususnya cabai keriting di Minsel.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA