Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

PMII akan Gugat Gatot Nurmantyo

Kamis 01 Oct 2020 20:26 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Gatot Nurmantyo disebut telah mencemarkan nama baik PMII.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Agus Mulyono Herlambang merasa organisasinya mengalami pencemaran nama baik oleh Gatot Nurmantyo. PMII bakal mengambil langkah hukum atas tuduhan Gatot.

Agus menganggap tuduhan Gatot tidak mendasar. Ia tidak akan ragu-ragu  menempuh upaya hukum atas pencemaran nama baik yang dilakukan Gatot. "Gatot telah mencemarkan nama baik PMII secara kelembagaan. Karena secara jelas-jelas menuduh penolakan dirinya atau organisasinya di Bandung yang dilakukan oleh PMII, padahal tidak ada penolakan dilakukan oleh PMII di Bandung. Oleh karena itu, atas statemennya PB PMII akan menempuh upaya hukum atas pencemaran nama baik yang dilakukan Gatot," kata Agus dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (1/10).

Diketahui, pemimpin Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah menuduh PMII melakukan demo atas deklarasi yang dilakukan KAMI di Depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (7/9). Tidak hanya itu, Presidium KAMI Gatot Nurmantyo menuduh PMII mendemo acara KAMI karena sedang mencari uang untuk melanjutkan hidup keluarga.
 
Agus menyampaikan, PB PMII pada prinsipnya tidak perlu konsolidasi untuk penolakan KAMI. Sebab, KAMI akan tertolak dengan sendirinya. Menurutnya, KAMI tertolak di daerah-daerah karena tidak membawa gagasan baru dan solusi untuk bangsa.

"Yang dibawa hanya memori masa lalu soal PKI. Selain itu, statement Gatot mengenai seseorang yang melakukan upaya pencabutan TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia adalah PKI, itu sama saja mengatakan bahwa Gus Dur adalah PKI," ujar Agus.

PMII meyakini upaya Gus Dur tidak lebih dari ikhtiar untuk rekonsiliasi anak bangsa agar sama-sama fokus dan berkontribusi untuk Indonesia.  "Walaupun ada penolakan oleh kader-kader PMII itu mewakili kegelisahan mahasiswa yang melihat arogansi tokoh politik yang numpang tenar di saat rakyat kesusahan menghadapi Covid-19," tegas Agus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA