Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

BMH Bantu Pesantren Assufah Alaq Temukan Sumber Air

Kamis 01 Oct 2020 19:59 WIB

Red: Irwan Kelana

BMH Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) membantu Pesantren Assufah Alaq, Kupang,  menemukan sumber air.

BMH Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) membantu Pesantren Assufah Alaq, Kupang, menemukan sumber air.

Foto: Dok BMH
Diperkirakan pada kedalaman hingga 100 meter, baru bertemu sumber air. 

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Laznas BMH kian giat membantu masyarakat yang mengalami dampak kekeringan di berbagai tempat di Indonesia Timur, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seperti yang dialami oleh Pesantren Assuffah Alaq yang sejak kemarau datang air menjadi kendala terbesar yang dialami oleh seluruh pengurus dan santri.

Bukan tanpa upaya, sebelum ini upaya mengebor telah dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, belum juga menemukan sumber air  yang diinginkan.

"Sudah tiga kali kami berupaya melakukan pengeboran sumur, namun belum takdirnya bertemu sumber air," ungkap Ustadz Ardansyah, pimpinan pesantren.

"Lokasi kami sebenarnya masih dalam lingkaran Kota Kupang, tepatnya di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alaq, Kota Kupang. Namun, air bukan hal mudah di sini," imbuhnya seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Laznas BMH pun membantu upaya menemukan sumber air ini dengan kembali melakukan pengeboran sumur. Diperkirakan pada kedalaman hingga 100 meter, baru bertemu sumber air. 

"BMH sangat termotivasi  melihat kegigihan  dan semangat pengurus pesantren di sini yang terus berupaya menemukan sumber air. Mohon doa dari segenap kaum muslimin agar upaya pengeboran kali ini bersama BMH bisa bertemu sumber air. Sehingga,  ke depan, pesantren tidak lagi perlu susah mendapatkan air apalagi harus mengalokasikan dana khusus untuk air ini," ungkap Kepala BMH Perwakilan NTT, Hasbullah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA