Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Kontribusi Kasus Kematian dari 10 Provinsi Prioritas Naik

Kamis 01 Oct 2020 18:49 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari

Makam jenazah akibat penyakit Covid-19 di Pemakaman Pondok Ranggon di Jakarta.  Satuan Tugas Penanganan Covid 19 mencatat jumlah kasus meninggal dari 10 provinsi prioritas penanganan Covid-19 terus meningkat.

Makam jenazah akibat penyakit Covid-19 di Pemakaman Pondok Ranggon di Jakarta. Satuan Tugas Penanganan Covid 19 mencatat jumlah kasus meninggal dari 10 provinsi prioritas penanganan Covid-19 terus meningkat.

Foto: EPA-EFE/ADI WEDA
10 provinsi prioritas sumbang 80 persen kematian Covid-19 Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid 19 mencatat jumlah kasus meninggal dari 10 provinsi prioritas penanganan Covid-19 terus meningkat. Kesepuluh provinsi yang menjadi prioritas utama pemerintah tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Papua, Bali, dan Banten.

“Persentase kontribusi kematian pada 10 provinsi prioritas ini cenderung meningkat,” ujar Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10).

Pada 13 September, sebanyak 77,6 persen dari kasus kematian nasional disumbang oleh 10 provinsi prioritas tersebut.  Kemudian pada 20 September, persentase kontribusi dari provinsi prioritas itu terus meningkat menjadi 80,47 persen.

“Dan pada 27 September sedikit menurun menjadi 80,18 persen. Angka kematian harus selalu ditekan baik di 10 provinsi prioritas ini maupun di daerah-daerah lainnya,” kata dia.

Sedangkan pada kasus kesembuhan, persentase kontribusi kesembuhan dari 10 provinsi prioritas mengalami penurunan terhadap persentase kesembuhan nasional. Pada 13 September, sebanyak 80,15 persen angka kesembuhan nasional berasal dari 10 provinsi prioritas tersebut.

Namun pada 20 September terjadi penurunan menjadi 79,6 persen. Dan pada 27 September kembali menurun menjadi 79,35 persen.

“Angka kesembuhan ini harus selalu ditingkatkan, baik di 10 provinsi prioritas ini maupun di tingkat nasional. Karena kalau kita meningkatkan terutama di 10 provinsi prioritas ini, maka angka nasionalnya juga akan meningkat secara signifikan,” jelas Wiku.

Sementara pada kasus aktif Covid-19, persentase kontribusi 10 provinsi prioritas terhadap jumlah kasus nasional cenderung mengalami penurunan. Satgas mencatat, kasus aktif di 10 provinsi pada 13 September sebesar 71,8 persen dari kasus aktif nasional. Sedangkan pada 20 September, persentase kontribusi menurun menjadi 70,4 persen.

“Kemudian pada 27 September mencapai 67,6 persen. Ini adalah kabar baik dan perlu untuk terus ditekan, sehingga kasus aktif di 10 provinsi prioritas ini dapat semakin menurun,” ucap dia.

Lebih lanjut, Wiku mengatakan jumlah kasus aktif di Indonesia hingga hari ini sebanyak 61.839 kasus atau 21,2 persen. Angka ini di bawah jumlah kasus aktif di dunia yang sebesar 22,5 persen.

Selain itu, persentase kasus sembuh di Indonesia juga lebih tinggi daripada dunia yakni sebanyak 218.487 kasus atau 75 persen. Sedangkan persentase kesembuhan dunia sebesar 74,43 persen.

Namun, jumlah kasus meninggal di Indonesia masih lebih tinggi daripada dunia meskipun angkanya terus menurun. Jumlah kasus meninggal kumulatif hingga saat ini sebanyak 10.856 atau 3,7 persen, sedangkan kasus meninggal di dunia sebesar 2,98 persen.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA