Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

MUI: Vandalisme di Tempat Ibadah Menjurus Penistaan Agama

Jumat 02 Oct 2020 05:48 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Esthi Maharani

Vandalisme di Mushola Darussalam.

Vandalisme di Mushola Darussalam.

Foto: Istimewa
Aksi vandalisme di rumah ibadah merupakan bentuk penistaan agama.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Ketua Umum MUI Kabupaten Tangerang Ues Nawawi mengatakan, aksi vandalisme di rumah ibadah merupakan bentuk penistaan agama. Hal itu disampaikan menanggapi adanya aksi corat-coret serta pengrusakan Alquran dan sajadah yang terjadi di Mushala Darussalam di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

"Pencemaran bangunan mushala dimaksud antara lain dengan coretan-coretan cat semprot, penyobekan kitab suci Alquran, pemotongan sajadah serta pembuatan kalimat-kalimat pelecehan terhadap keyakinan umat Islam," Kata Ues dalam keterangan tertulis, Kamis, (1/10).

MUI mengecam adanya kejadian yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat tersebut. Ues meminta pihak kepolisian dapat mengusut kasus itu secara transparan. "Kami mengecam keras adanya kejadian corat-coret Mushala Darussalam. Kami mendesak kepada pihak berwajib untuk mengungkap secara terang benderang dan transparan, motor dan latar belakang kejadian ini," tegasnya.

Kepada masyarakat, Ues mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi atas kejadian vandalisme dan pengrusakan Alquran serta sajadah yang terjadi di Mushola Darussalam tersebut.

Pihaknya juga berharap masyarakat secara keseluruhan untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah. Masyarakat juga diajak untuk mempercayakan seluruhnya kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Yakni dengan meningkatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT/RW kita untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Apabila ditemukan hal-hal atau kegiatan masyarakat yang mencurigakan segera melaporkannya kepada aparat hukum agar bisa ditindaklanjuti agar tidak terjadi main hakim sendiri" ujarnya.

Zaki berharap kejadian ini dapat membuka dan memberikan pengalaman untuk lebih banyak lagi pembinaan kepada anak muda, bukan saja dari aspek akademiknya, tetapi juga kepada mentalnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA