Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Kasus Kematian Meningkat di Sejumlah Provinsi Prioritas

Kamis 01 Oct 2020 17:19 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri  / Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito

Foto: Istimewa
Terjadi peningkatan di Jawa Timur, Sumatera Utara, Papua, Bali, dan Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, kasus kematian akibat covid mengalami peningkatan di sejumlah provinsi yang diprioritaskan pemerintah. Dari 10 provinsi prioritas penanganan covid 19, kasus kematian ini meningkat di Jawa Timur, Sumatera Utara, Papua, Bali, dan juga Banten.

Sedangkan kasus kematian di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan tercatat cenderung stagnan. “Namun terjadi peningkatan di Jawa Timur, Sumatera Utara, Papua, Bali, dan Banten,” kata Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10).

Wiku pun meminta ke-10 provinsi prioritas tersebut terus menekan angka kematian dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan penanganan kasus, terutama pada pasien gejala sedang dan berat. Sedangkan untuk kasus kesembuhan tercatat cenderung mengalami peningkatan di provinsi prioritas. 

Baca Juga

Namun, Satgas menyoroti dua provinsi yang justru mengalami penurunan angka kasus sembuh, yakni Provinsi Sulawesi Selatan dan Papua. Sulawesi Selatan tercatat mengalami penurunan kesembuhan dari 76,37 persen pada 13 September menjadi 74,06 persen pada 27 September, sedangkan Papua mengalami penurunan kesembuhan dari 76,01 persen menjadi 62,8 persen.

Selain mencatat penurunan angka kesembuhan, Provinsi Sulawesi Selatan dan Papua juga mengalami peningkatan persentase kasus aktif. Di Sulawesi Selatan, kasus aktif covid sempat mengalami peningkatan pada 20 September dari 20,77 persen menjadi 23,9 persen.

Sedangkan Papua mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni dari 22,7 persen pada 13 September, menjadi 35,7 persen pada 27 September.

“Hal ini perlu menjadi perhatian untuk pemerintah daerah di Sulawesi Selatan dan Papua untuk terus menekan penularan sehingga dapat menurunkan jumlah kasus aktifnya,” ujar Wiku. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA