Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Partai Ummat Jalan Baru Amien Lawan Kezaliman Negara

Kamis 01 Oct 2020 13:52 WIB

Red: Indira Rezkisari

Tangkapan layar video mantan Ketua MPR Amien Rais yang mengumumkan nama partai barunya, yakni Partai Ummat, Kamis (1/10).

Tangkapan layar video mantan Ketua MPR Amien Rais yang mengumumkan nama partai barunya, yakni Partai Ummat, Kamis (1/10).

Foto: Tangkapan layar
Amien Rais mengajak umat bergerak melawan kezaliman.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Nawir Arsyad Akbar, Febrianto Adi Saputro

Partai baru mantan Ketua MPR Amien Rais akhirnya resmi diumumkan. Lewat Partai Ummat Amien Rais memastikan akan melawan kezaliman yang dilakukan negara.

“Partai Ummat Insya Allah bertekad akan bekerja dan berjuang bersama anak bangsa lainnya melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,” ujar Amien dalam video yang diunggahnya di Youtube, Kamis (1/10). Ia menjelaskan, dalam sejarah manusia menunjukkan bahwa hanya negara yang mampu melakukan kezaliman secara kolosal. Sebaliknya, negara pula yang dapat menegakkan keadilan secara merata.

Sebab, negara memiliki sarana dan kekuasaan yang paling besar untuk melakukan kedua hal tersebut. Tetapi, saat ini Amien menilai negara dapat melancarkan kezaliman politik, ekonomi, sosial, hukum, dan kemanusiaan.

“Semua tergantung pada pemerintah yang sedang berkuasa, apakah sedang membela kepentingan rakyat dan umat. Atau sebaliknya sedang membela kepentingan konglomerat dan korporatokrat,” ujar Amien.

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, pada akhirnya umatlah yang perlu bergerak untuk melawan kezaliman. Berikhtiar untuk menegakkan keadilan secara sistematik lewat perjuangan politik.

“Partai Ummat akan bekerja dan berjuang memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan semua aturan demokrasi universal. Akhirnya, iyyaka na’bud wa iyyaaka nasta’iin, hanya kepada Allah kami menyembah dan hanya kepada-Nya pula kami memohon pertolongan,” ujar Amien.

Dalam penjelasannya, Amien mengatakan kitab suci Alquran mendorong umat beriman agar dalam mengarungi kehidupan di dunia senantiasa melaksanakan dua perintah Allah Swt secara serentak.

Pertama, kata dia, melakukan alamru bil ma'ruf dan an-nahyu'anil munkar, yaitu memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan. "Kedua, menjalankan al amru bil 'adli dan an-nahya' anudzulimi, yaitu menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman," ujarnya.

Apabila yang pertama bergerak lebih pada tataran personal, familier, dan komunal (level mikro), kedua bergerak lebih pada tataran nasional (level makro) dan berkaitan erat dengan masalah kekuasaan. "Sejarah umat manusia menunjukkan bahwa hanya negara yang mampu melakukan kezaliman kolosal. Akan tetapi, sebaliknya pula hanya negara yang dapat menegakkan keadilan secara merata," katanya.

Dengan memiliki sarana dan aparat yang lengkap serta kekuasaan yang paling besar, menurut pendiri PAN itu, negara dapat melancarkan kezaliman politik, kezaliman ekonomi, kezaliman sosial, kezaliman hukum, bahkan kezaliman kemanusiaan. Namun, Amien menilai hanya negara pula yang dapat menegakkan keadilan bagi semua rakyatnya sehingga semua tergantung pada pemerintah yang sedang berkuasa.

Pada akhirnya, kata Amien, segolongan umat manusia harus berikhtiar untuk menegakkan keadilan sekaligus melawan kezaliman secara sisitematik lewat perjuangan politik.

Loyalis Amien, Agung Mozin mengungkapkan, hari ini Amien hanya akan mengumumkan nama Partai Ummat. Untuk logo dan susunan kepengurusannya akan diumumkan di kemudian hari.

"Setelah pengumuman (hari ini), logo dan pengurus kemudian," ujar Agung. Lewat Partai Ummat ini, ia yakin banyak kader PAN yang akan ikut bergabung. Sebab, di partai berlambang matahari itu banyak kader yang mendukung sosok Amien.


"Cukup banyak yang menjadi pendukung Pak Amien dan nanti saatnya mereka akan meninggalkan partai itu," ujar mantan Ketua DPP PAN itu.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi, mengucapkan selamat atas dideklarasikannya Partai Ummat. Menurutnya, Partai Ummat mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi pemilihan umum (Pemilu).

“Kami mengucapkan selamat kepada Pak Amien Rais yang sudah mendirikan Partai Ummat. Sebagai parpol tentu nanti ujiannya di pemilu,” ujar Baidowi lewat pesan singkat, Kamis (1/10).

Lewat pemilu, pertarungan antara partai politik akan terlihat untuk memikat suara publik. Dari sana akan terlihat, apakah Partai Ummat laku atau tidaknya di masyarakat.

“Terkait kebijakan politik, itu urusan Partai Ummat yang tidak ada urusan dengan PPP,” ujar Baidowi.

Meski begitu, PPP tidak keberatan atas lahirnya Partai Ummat milik Amien. Menurutnya, itu merupakan hal yang baik bagi iklim demokrasi di Indonesia.

“Banyaknya parpol yang tumbuh menunjukkan iklim demokrasi di Indonesia yang berjalan dengan baik dan dinamis,” ujar Baidowi.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku tak khawatir partai baru bentukan Amien Rais tersebut bakal berdampak pada suara Partai Gerindra. "Saya pikir ini persaingan dalam demokrasi, ya partai baru itu nanti juga akan ada beberapa. Bukan hanya partai ini. Jadi saya pikir nggak ada masalah sepanjang masing-masing parpol yang sudah punya kursi menunjukkan program dan komitmen kepada masyarakat saya yakin kita bisa menjaga konstituen kita," kata Dasco.

Dasco mengatakan kebebasan berserikat dan berkumpul telah dijamin konstitusi, termasuk membuat partai. Sepanjang Amien Rais mengikuti aturan yang ada, maka dirinya menganggap tidak ada masalah dengan adanya partai baru. "Mudah-mudahan bisa menambah iklim demokrasi Indonesia menjadi sehat," ujarnya.

Saat ini baru nama partai saja yang diungkap oleh Amien Rais. Loyalis Amien Rais, Agung Mozin, sempat menyebutkan partai baru Amien bakal berisikan sejumlah tokoh nasional.

"Tapi sudah ada gambaran yang akan bergabung dengan kami tokoh-tokoh besar yang punya agenda kepentingan sektoral mereka yang jadi isu nasional dan internasional," kata Agung Mozin, Selasa (8/9)

Dia mengatakan, partai kemungkinan akan diramaikan oleh mantan panglima, mantan kapolda, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga aktivis lingkungan. Agung mengatakan, bergabungnya matan pimpinan komisi antirasuah berkaitan dengan komitmen partai dalam memerangi korupsi. Dia juga mengonfirmasi bakal ada sosok-sosok yang tergabung dalam organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

"Iya iya, ada orang dari sana," singkatnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA