Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

PM Inggris Minta Warga Patuhi Peraturan Pandemi Covid-19

Kamis 01 Oct 2020 13:45 WIB

Red: Nur Aini

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Anggota parlemen menyetujui pembaruan kekuasaan darurat pemerintah selama Covid-19

 

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan pengarahan tentang Covid-19 pada Rabu (1/10), dia mengatakan bahwa peningkatan tragis dalam jumlah kematian harian di Inggris memperkuat alasan untuk tetap berpegang pada rencana pemerintah.

Dia meyakinkan warga Inggris bahwa layanan kesehatan negara itu memiliki tempat tidur, peralatan pelindung diri dan ventilator yang cukup.

Baca Juga

"Cara terbaik untuk memerangi virus adalah dengan mengikuti aturan dan bertindak secara kolektif. Inggris masih bisa menghindari pembatasan virus corona lebih lanjut jika diterapkan sekarang," ungkap dia.

Johnson mengatakan dia tidak setuju dengan seruan untuk menyerah dalam perang melawan virus corona. Jika Covid-19 membanjiri Layanan Kesehatan Nasional, kata dia, bagian perawatan kesehatan lain juga akan menderita.

“Kita akan melaluinya,” kata Johnson.

Dia meminta masyarakat untuk mengunduh aplikasi pelacakan kontak yang baru diluncurkan, serta mencuci tangan, menutupi wajah dan menjaga jarak sosial. Sementara itu, parlemen menyetujui pembaruan kekuasaan darurat pemerintah selama Covid-19 dengan suara mayoritas 330-24. Ketetapan kekuasaan virus corona harus diperbarui oleh parlemen setiap enam bulan.

Pada Rabu, Pemerintah Inggris mengumumkan 7.108 kasus Covid-19 selama 24 jam terakhir, sehingga totalnya menjadi 453.264 kasus, sementara jumlah kematian bertambah 71 menjadi 42.143.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/pm-inggris-minta-warga-patuhi-peraturan-selama-pandemi-covid-19/1991545
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA