Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Putusan Pengadilan: Pengusaha Harus Izinkan Karyawan Sholat

Kamis 01 Oct 2020 11:21 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Putusan Pengadilan: Pengusaha Harus Izinkan Karyawan Sholat. Foto: Pengadilan agama/ilustrasi

Putusan Pengadilan: Pengusaha Harus Izinkan Karyawan Sholat. Foto: Pengadilan agama/ilustrasi

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Putusan Pengadilan Malmo memutuskan pembatasan sholat adalah pelanggaran.

REPUBLIKA.CO.ID, MALMO --- Pengadilan administratif di Malmo, Swedia memutuskan pengusaha tidak boleh melarang karyawannya untuk beribadah selama jam kerja berlangsung. Seperti dilansir ReMix pada Kamis (1/10), keputusan pengadilan administratif mengharuskan setiap pengusaha mengizinkan umat Islam menjalankan ibadah di tempat kerja. Pengusaha harus memperbolehkan karyawannya menggelar sajadah, beribadah menghadap kiblat dan berdoa.

Dengan begitu Pengadilan Malmo sekaligus membatalkan keputusan Dewan Kota Bromoll di selatan Swedia yang secara eksplisit pada tahun lalu melarang ibadah sholat selama bekerja. Larangan itu sebetulnya ditujukan bagi semua agama, tetapi secara praktis membatasi Muslim untuk melaksanakan sholat lima waktu. Sedang bagi pemeluk agama lainnya dapat pergi ke tempat ibadah di luar pekerjaan. Seorang warga melaporkan kasus itu ke ombudsman dan melanjutkannya ke pengadilan.

Menurut putusan pengadilan, bahwa pembatasan sholat bagi Muslim di tempat kerja merupakan pelanggaran terhadap konstitusi Swedia dan kebebasan beragama yang dijamin oleh Uni Eropa.

Sementara anggota dewan berargumen bahwa keputusan tersebut tidak bisa dilihat sebagai larangan total atas semua ibadah. Melainkan dapat dibicarakan dan pengecualian terhadap individu. Tetapi pengadilan menolak dalil tersebut karena keputusan awal tidak memberikan kemungkinan seperti itu. Sejauh ini belum diketahui apakah dewan akan mengajukan banding atas putusan tersebut. 

Sumber:

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA