Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Senat AS Minta Trump Selidiki Kasus Serangan Racun Navalny

Kamis 01 Oct 2020 10:49 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Alexei Navalny

Alexei Navalny

Foto: AP/Alexander Zemlianichenko
Jika Rusia terbukti meracuni Navalny maka AS diminta jatuhkan sanksi ke Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemimpin-pemimpin komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat (AS) meminta Presiden Donald Trump untuk menyelidiki apakah pemerintah Rusia meracuni politikus oposisi Alexie Navany dengan racun saraf. Jika hal itu terbukti maka AS harus memberikan sanksi pada Rusia.

"Kami sangat prihatin dengan asesmen yang menyatakan aktivis anti-korupsi Rusia Alexei Navalny diracun pada Agustus 2020, dengan racun saraf dari keluarga Novichok," kata ketua komite Senator Jim Risch yang dari Partai Republik dan anggotanya dari Partai Demokrat Senator Bob Menendez dalam surat mereka ke Trump, Kamis (1/10).

Komite Hubungan Luar Negeri House of Representative juga menyampaikan permintaan serupa pada 8 September lalu. Permintaan dari Senat menambah respons internasional atas dugaan serangan racun yang menimpa Navalny. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan negaranya akan membahas respons mengenai hal ini dengan mitra Eropa mereka.

Navalny yang terkenal sebagai kritikus Kremlin sudah keluar dari rumah sakit Charite di Berlin pada pekan lalu. Ia menjalani perawatan setelah tiba-tiba jatuh sakit dalam suatu penerbangan domestik di Rusia. Jerman mengatakan Navalny diracun dengan racun saraf Novichok. Moskow mengatakan mereka tidak menemukan jejak racun dalam tubuh Navalny.

Gedung Putih tidak segera menjawab permintaan komentar mengenai surat dari Risch dan Menendez. Pada awal September Wakil Duta Besar AS untuk PBB Cherith Norman-Chalet mengatakan pada Dewan Keamanan PBB bahwa AS dan sekutu-sekutunya akan meminta pertanggungjawaban mereka yang telah meracun Navalny.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA