Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Malaysia Luncurkan Biochip Alat Deteksi Covid-19

Rabu 30 Sep 2020 22:02 WIB

Red: Nora Azizah

Institut Otomotif, Robotika, dan IoT Malaysia (MARii) lembaga di bawah Kementrian Industri dan Perdagangan Internasional dan Sengenics Sdn. Bhd. meluncurkan ImmuSAFE COVID+ biochip (Foto: ilustrasi Covid-19)

Institut Otomotif, Robotika, dan IoT Malaysia (MARii) lembaga di bawah Kementrian Industri dan Perdagangan Internasional dan Sengenics Sdn. Bhd. meluncurkan ImmuSAFE COVID+ biochip (Foto: ilustrasi Covid-19)

Foto: Rawpixel
'Biochip' tersebut merupakan alat deteksi Covid-19 pelengkap PCR.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Institut Otomotif, Robotika, dan IoT Malaysia (MARii) lembaga di bawah Kementrian Industri dan Perdagangan Internasional dan Sengenics Sdn. Bhd. meluncurkan ImmuSAFE COVID+ biochip. Alat ini merupakan alat deteksi COVID-19 pelengkap PCR.

ImmuSAFE adalah tes serologi COVID-19 berbasis laboratorium, multi-antigen dan multi-domain pertama di dunia (pemeriksaan serum darah). Tes ini terdiri dari sembilan domain atau wilayah yang divalidasi secara fungsional dari protein N dan S dari SARS-CoV-2 yang diekspresikan menggunakan Sengenics teknologi pelipatan protein KREX.

Direktur Utama MARii, Datuk Madani Sahari, mengatakan, kit alat uji tersebut kini sudah siap untuk dipasarkan namun masih menunggu izin pihak Berkuasa Peranti Perubatan (MDA). ImmuSAFE yang juga kit uji pertama di dunia yang bisa mendeteksi berbagai antigen dan bagian (domain) sel virus melalui tes darah mampu memberi ketepatan dan sensitivitas hingga 100 persen.

"Sasaran produk ini adalah pihak industri. MARii yang berada bawah Kementerian Perdagangan Antarabangsa dan Industri ingin agar banyak industri beroperasi kembali," katanya, dikutip Rabu (30/9).

Pihaknya ingin memahami status pekerja dalam berbagai industri, dan mengetahui kondisi mereka terhadap COVID-19. Tak hanya itu, pihaknya juga ingin tahu berapa banyak dari mereka yang mempunyai daya ketahanan terhadap COVID-19 dan antibodi mereka dalam industri.

"Keutamaan kami adalah untuk bekerjasama dengan industri dan coba memahami status pekerja karena kami tidak mau menutup ekonomi kita sekali lagi," katanya.

Kit ini bukan bertujuan untuk menggantikan ujian RT-PCR yang kini digunakan dalam mendeteksi COVID-19. Sebaliknya, alat ini adalah uji tambahan yang apabila digunakan bersama mampu memberi gambaran lengkap mengenai seseorang dijangkiti. Jika mereka dapat membangun daya ketahanan terhadap virus SARS-CoV-2.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA