Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Alasan Pemerintah Yakin Ekonomi 2021 Tumbuh 5 Persen

Kamis 01 Oct 2020 02:52 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Indira Rezkisari

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5 persen tahun depan.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5 persen tahun depan.

Foto: Antara/Galih Pradipta
Pemerintah harap perbaikan ekonomi bisa terjadi secara gradual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5 persen pada tahun depan, mengacu pada UU APBN 2021 yang sudah disepakati. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan optimisme tersebut muncul karena memang secara gradual terlihat ada perbaikan kinerja ekonomi di berbagai sektor industri. Tak hanya itu, konsumsi rumah tangga juga diyakini akan membaik seiring dengan cairnya bantuan sosial yang diberikan pemerintah.

"Kita berharap secara gradual terjadi perbaikan konsumsi, investasi, dan terus dengan support konsumsi dan kegiatan pemerintah. Itu kita harapkan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi 5 persen," ujar Suahasil dalam keterangan pers di kantor presiden, Rabu (30/9).

Selain itu menurut pola 'teknikal' dalam ilmu ekonomi, setelah sebuah negara mengalami kontraksi cukup dalam maka pada tahun berikutnya saat ekonomi perlahan membaik, maka pertumbuhan ekonomi (year on year) juga akan meningkat. Hal ini disebabkan basis perbandingannya lebih rendah, yakni angka kinerja pertumbuhan tahun 2020 yang minus.

"Kalau ekonomi negatif berarti, secara teknikal, maka tahun depannya itu memang akan ada sedikit angkanya meningkat karena tahun ini basisnya lebih rendah. Ini disebut technical rebound," ujar Suahasil.

Namun technical rebound ini bukan tanpa syarat. Indonesia tetap harus mencatatkan pemulihan secara gradual untuk konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, hingga investasi sepanjang sisa 2020 dan 2021 mendatang. Itulah yang juga menjadi alasan pemerintah cukup kencang mencairkan bantuan sosial kepada masyarakat.

"Ini yang kami harap secara besar menjadi basis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kita perkirakan sekitar 5 persen di tahun 2021," kata Suahasil.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh minus 1,7 persen sampai plus 0,6 persen sepanjang 2020. Ekonomi yang masih tumbuh minus ini disebabkan perekonomian di kuartal III yang juga diprediksi masih kontraksi hingga minus 3 persen.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA