Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Gandeng Inggris, Pemprov Jabar Luncurkan LaporCovid-19

Rabu 30 Sep 2020 19:44 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 (Pikobar) saat peluncuran aplikasi tersebut di Jabar Command Center, kompleks Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3). Aplikasi Pilkobar diharapkan dapat memberikan layanan dan informasi terkait perkembangan wabah Corona atau Covid-19 kepada masyarakat dengan mudah.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 (Pikobar) saat peluncuran aplikasi tersebut di Jabar Command Center, kompleks Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3). Aplikasi Pilkobar diharapkan dapat memberikan layanan dan informasi terkait perkembangan wabah Corona atau Covid-19 kepada masyarakat dengan mudah.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Proyek ini bagian dari digital access kedubes Inggris yang kerjasama dengan Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins meluncurkan platform LaporCovid-19 via Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) melalui telekonferensi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (30/9).

LaporCovid-19 merupakan platform sesama warga untuk berbagi informasi terkait Covid-19. Nantinya, seperti laporan keramaian yang masuk ke platform LaporCovid-19 via Pikobar akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait, salah satunya Satpol PP Provinsi Jabar sehingga akan memudahkan penanganan Covid-19.

Jawa Barat adalah provinsi ketiga yang memiliki LaporCovid-19 setelah DKI Jakarta dan Jatim. Jabar, dipilih sebagai provinsi prioritas karena salah satunya memiliki inovasi Pikobar masuk Top 21 Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 dari Kemenpan RB. 

Proyek ini merupakan bagian dari Program Digital Access Kedutaan Besar Kerajaan Inggris Raya dan akan dilaksanakan bersama Pemerintah Indonesia. 

Kolaborasi yang dilakukan antara Pemda Provinsi Jabar dengan Kedutaan Besar Inggris menjadi bukti dari lima prinsip yang diterapkan Gugus Tugas Jabar dalam penanggulangan COVID-19.

“Pada dasarnya Jawa Barat selalu terbuka terhadap apa yang sedang kita lakukan. Jadi, apa yang sedang kita kerjasamakan ini sebenarnya memenuhi kurang lebih lima prinsip Jawa Barat dalam menangani Covid-19 hadir,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Kelima prinsip tersebut, kata dia, yakni proaktif, ilmiah, transparansi, inovasi, dan kolaborasi. Menurut Emil, kerja sama dengan LaporCovid-19 ini ada unsur proaktifnya, ilmiah karena base on data, transparansinya yaitu melaporkan apa adanya yang menjadi hak publik, inovasinya menggunakan digital system, dan ada unsur kolaborasinya dengan kerja sama. 

“ kepemimpinan yang baik berbasis data yang benar dan akan menghasilkan keputusan yang benar. data yang buruk akan menghasilan keputusan yang buruk. Karena itu saya membutuhkan data yang benar agar dapat mengambil keputusan yang benar," kata Emil. 

Emil mengucapkan terima kasih kepada Co-Team Leader LaporCovid-19 dari Yayasan Warga Berdaya untuk Kemanusiaan dalam mewujukan kerja sama Pikobar dengan LaporCovid-19 ini.

“Terima kasih khususnya kepada Ibu Irma selaku teknis kerja sama di-support penuh oleh Kedutaan Besar Inggris, luar biasa. We won’t forget, Pak Dubes, how you support West Java in the fundamental way. Atas nama Provinsi Jawa Barat kami mengucapkan terima kasih,” katanya. 

Duta Besar Kerajaan Inggris Raya untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan, Pemerintah Kerajaan Inggris Raya telah mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan pelaporan dan pemantauan kasus Covid-19, termasuk skala pembatasan sosial dengan indikator untuk memantau tingkat ancaman.

“Kerajaan Inggris Raya juga mengakui pentingnya pengumpulan data dan hubungan antara masyarakat sipil, sektor swasta dan pemerintah, yang ditunjukkan misalnya di dalam negeri melalui hibah senilai £2 juta dari pemerintah untuk mendukung perusahaan kesehatan Inggris, ZOE, terkait dalam aplikasi pelaporan warga mengenai Covid-19,” kata Owen.

Kedutaan Besar Kerajaan Inggris Raya di Jakarta, kata Owen, mendukung pendekatan kolaborasi dan integrasi dalam melawan Covid-19 dalam bentuk LaporCovid-19 ini. 

Sementara Co-Team Leader LaporCovid-19 Irma Hidayana mengapresiasi Pemda Provinsi Jabar yang telah mendukung upaya kerja sama Pikobar dengan LaporCovid-19. 

“Kami senang dapat bekerja sama dengan Provinsi Jawa Barat. Dengan LaporCovid-19 menerima dan mengumpulkan laporan dari warga tentang informasi terkait Covid-19, kami memperluas lagi kerja sama dengan Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Melalui kerja sama kanal platform pelaporan warga LaporCovid-19 dengan sistem, pihaknya mendukung Pemda Provinsi Jabar untuk menegakkan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Platform pelaporan warga ini mempermudah warga Jawa Barat untuk melaporkan setiap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 yaitu melalui penerapan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak)," katanya.

Laporan pelanggaran protokol kesehatan AKB/PSBB dari fitur LaporCovid-19 bisa diakses juga melalui hotline (chatbot) Pikobar. Setiap laporan akan ditindaklanjuti pihak berwenang sesuai peraturan berlaku. Warga Jabar bisa memanfaatkan fitur ini dengan cara mengakses link berikut: s.id/ChatbotPikobar atau di nomor 0856-9739-1854 (WA). 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA