Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Pemkot Jakut Distribusikan 10 Ribu Alat Rapid Test

Rabu 30 Sep 2020 18:42 WIB

Red: Hiru Muhammad

Suasana Gelanggang Remaja Kecamatan Pademangan yang dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 di Jakarta Utara, Sabtu (26/9). Sebanyak 30 bilik isolasi pasien Covid-19 disediakan di Gelanggang Remaja Kecamatan Pademangan yang dilengkapi fasilitas tempat tidur, lemari, dan perlatan mandi. Selain itu tempat tersebut menjadi percontohan graha sehat mandiri pasien Covid-19 di DKI Jakarta berdasarkan kajian dari Dewan Riset DKI Jakarta. Republika/Thoudy Badai

Suasana Gelanggang Remaja Kecamatan Pademangan yang dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 di Jakarta Utara, Sabtu (26/9). Sebanyak 30 bilik isolasi pasien Covid-19 disediakan di Gelanggang Remaja Kecamatan Pademangan yang dilengkapi fasilitas tempat tidur, lemari, dan perlatan mandi. Selain itu tempat tersebut menjadi percontohan graha sehat mandiri pasien Covid-19 di DKI Jakarta berdasarkan kajian dari Dewan Riset DKI Jakarta. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Masyarakat yang terlibat upaya ACF akan diberikan pelatihan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemerintah Kota Jakarta Utara (Jakut) mendistribusikan 10 ribu alat rapid test ke enam kecamatan untuk dimanfaatkan melakukan active case finding (ACF) atau pencarian kasus aktif Covid-19. Alat tersebut merupakan donasi dari Yayasan Budha Tzu Chi.

“Alat ini kami distribusikan ke enam kecamatan, khususnya pada kelurahan yang terdapat kategori RW zona merah,” kata Wali Kota Jakut Sigit Wijatmoko di Kantor Walikota Jakut, Rabu (30/9).

Selain kader kesehatan, Sigit menjelaskan, pihaknya melibatkan posyandu hingga lansia untuk melakukan AFC. Dengan demikian, dia berharap, masyarakat semakin memahami upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) sebagai upaya penanggulanan Covid-19.

“Insya Allah dengan pelibatan masyarakat lokal maka penjangkauan, sekaligus sosialisasi dan kampanye untuk menumbuhkan disiplin masyarakat terkait Covid-19 terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakut Yudi Dimyati menerangkan, masyarakat yang terlibat dalam upaya ACF akan diberikan pelatihan. Dia mengatakan, akan memberikan pemahaman sekaligus pendamping untuk membaca dan memasukkan sampel darah ke alat rapid test.

“Yang pasti dalam pelaksanaannya, kader wajib menerapkan protokol kesehatan. Apabila ditemukan hasil reaktif, maka pasien akan dijadwalkan tes swab di puskesmas terdekat," kata Yudi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB