Rabu 30 Sep 2020 12:43 WIB

Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Capai 55 Persen

Proyek pengembangan Bandara Hasanuddin tersebut ditargetkan selesai Oktober 2021.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makasar, Sulawesi Selatan. ilustrasi
Foto: Antara/Arif Firmansyah
Sejumlah pesawat dari berbagai maskapai penerbangan berada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makasar, Sulawesi Selatan. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) memastikan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar terus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar bekerja sama dengan mitra kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

“Hingga akhir September 2020 kemajuan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mencapai 55,17 persen,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (30/9).

Baca Juga

Secara keseluruhan, kata Faik, proyek pengembangan bandara senilai Rp 2,6 triliun tersebut ditargetkan selesai pada Oktober 2021. Faik menegaskan, pengembangan bandara tersebut dilakukan mengatasi masalah lack of capacity.

Faik menuturkan, sebelum dikembangkan, bandara tersebut hanya dapat menampung tujuh juta penumpang pertahun. Sementara pada 2019, trafik penumpang di bandara tersebut sudah mencapai 10,7 juta penumpang.

“Oleh karena itu pengembangan bandara merupakan solusi mutlak yang harus dilakukan,” ungkap Faik.

Proyek pengembangan Tahap I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ini terdiri dari dua paket pekerjaan. Paket pertama terdiri dari pekerjaan revitalisasi terminal eksisting, perluasan terminal eksisting sisi selatan, gedung parkir, dan akses jalan utama terminal. Sementara paket kedua terdiri dari pekerjaan pembangunan apron selatan dan apron timur beserta infrastruktur penunjang.

Pengembangan paket pertama dilakukan dengan nilai Rp 2,6 triliun. Sedangkan pengembangan paket kedua dengan nilai proyek sebesar Rp 464,2 miliar ini nantinya akan menambah kapasitas apron menjadi 37 parking stand dari jumlah saat ini yang hanya 34 parking stand.

Cakupan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dilakukan bekerja sama dengan mitra kontraktor Wijaya Karya yaitu perluasan terminal penumpang domestik eksisting ke sisi selatan, gedung parkir, dan akses jalan utama terminal. Beberapa pekerjaan ini masuk ke dalam pengembangan tahap I paket pertama sesuai masterplan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement