Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

17 Daerah di Jabar Terima Penghargaan Kesehatan Lingkungan

Rabu 30 Sep 2020 10:57 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

Foto: Humas Pemprov Jabar.
Penghargaan tertinggi dari Kemenkes Republik Indonesia, Swasti Saba Wistara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan penghargaan Kabupaten/Kota Sehat 2019 kepada 17 daerah di Jabar. Penghargaan itu yakni Swasti Saba Tingkat Padapa (Pemantapan), Wiweda (Pembinaan), dan Wistara (Pengembangan). Penyerahan penghargaan dilakukan di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Selasa (29/9).

Uu menjelaskan, penghargaan tertinggi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Swasti Saba Wistara, merupakan penghargaan di bidang kesehatan lingkungan yang diberikan kepada kabupaten/kota yang telah menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian. Yakni, permukiman, sarana dan prasarana umum, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, serta sosial yang sehat.

Uu mengatakan, fokus kebersihan menjadi penting sebagai salah satu tolok ukur kesehatan masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, Uu berharap agar penghargaan Swasti Saba yang telah diraih bisa menjadi motivasi masyarakat Jabar untuk bisa mewujudkan lingkungan yang sehat. 

Baca Juga

"Kebersihan menjadi penting karena menjadi salah satu preventif kita untuk menjaga kesehatan. Apalagi saat ini suasana (pandemi) Covid-19, di mana kesehatan sangat diprioritaskan untuk lebih baik lagi," kata Uu.

Harapannya, kata dia, para bupati dan wali kota yang sudah mendapatkan (penghargaan) jadi motivasi untuk lebih giat dan hebat lagi. "Jangan merasa cukup dengan penghargaan hari ini," katanya.

Selain penghargaan Swasti Saba, Uu juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019. Uu menuturkan, LSS merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi secara positif dan obyektif untuk melihat wujud implementasi disiplin kesehatan di sekolah, terutama terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kegiatan ini adalah sebagai suatu alat Pemprov Jabar untuk meningkatkan motivasi pemerintah, masyarakat serta para kepala sekolah untuk menerapkan PHBS," kata Uu.

Adapun perincian penerima penghargaan sebagai berikut. Penerima Swasti Saba Padapa yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran, berhak mendapatkan piagam, piala, dan uang pembinaan sebesar Rp 15 juta.

Penerima Swasti Saba Wiwerda yakni Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Ciamis, berhak mendapatkan piagam, piala dan uang pembinaan Rp 20 juta. Penerima Swasti Saba Wistara adalah, yaitu Kota Depok, Bogor, Cirebon, Banjar, serta Kabupaten Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Subang, Karawang, Garut dan Kuningan, berhak mendapatkan piagam, piala dan uang pembinaan Rp 25 juta.

Sementara itu, pemenang LSS tingkat TK/RA, yakni TK Kesatuan Kota Bogor sebagai juara pertama dan RA Wadi Fatimah Kabupaten Cirebon sebagai juara kedua. Tingkat SD dimenangkan oleh SDN 1 Cimanggu Kabupaten Pangandaran dan SDN Kawung Luwuk Kota Bogor. Tingkat SMP/MTs dimenangkan oleh SMPN 1 Kabupaten Ciamis dan SMPN 4 Kota Bogor. Dan, penghargaan LSS tingkat SMA/SMK/MA diberikan kepada SMKN 1 Pacet Kabupaten Cianjur dan MAN 2 Kota Bandung.

Salah satu kepala daerah penerima Swasti Saba Wistara, Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan, Kabupaten Kuningan berhasil mempertahankan penghargaan tertinggi ini beberapa kali. Menurutnya, cara menjaga PHBS di masa pandemi ini salah satunya dengan memperketat pengawasan protokol kesehatan.

"Kuningan untuk ke sekian kalinya mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wistara, artinya penghargaan untuk kabupaten/kota sudah Level 3, sudah tertinggi," tutur Acep.

Ia juga mengatakan, pihaknya terus menyosialisasikan kepada warga terkait menjaga kewaspadaan dalam menghadapi pandemi saat tidak ada pemberhentian aktivitas ekonomi masyarakat. "Yang terpenting tetap waspada, dengan cara pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan baik. Namun, kita juga membuka ruang-ruang untuk masyarakat beraktivitas, selama mau ikut dan taat kepada anjuran dari pemerintah," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA