Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Polisi Siap Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Selasa 29 Sep 2020 23:16 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pilkada (ilustrasi)

Pilkada (ilustrasi)

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Pelaksanaan pilkada dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan ketat.

REPUBLIKA.CO.ID BANDARLAMPUNG -- Jajaran kepolisian di delapan kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 siap menindak tegas pelanggar protokol kesehatan selama tahapan Pilkada berlangsung. Penyenggaran pilkada mesti dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

"Sesuai peraturan yang ada, seluruh jajaran kepolisian termasuk delapan Polres yang ada di kabupaten/kota pelaksana Pilkada siap menjaga agar penerapan protokol kesehatan secara ketat tetap dilakukan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, saat dihubungi di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, pihak kepolisian akan ikut serta membantu penyelenggara Pilkada yaitu KPU beserta Bawaslu dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tahapan Pilkada salah satunya pada pelaksanaan kampanye. "Pelaksanaan pemilihan kepala daerah telah diatur dalam beragam peraturan seperti peraturan KPU nomor 13 tahun 2020 dan diimbangi Maklumat Kapolri nomor : MAK/3/IX/2020, tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Serentak 2020, sehingga bagi pasangan calon ataupun pendukung harus menerapkan protokol kesehatan dalam tiap tahapan," katanya.

Ia menjelaskan, bagi pasangan calon ataupun pendukung pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan maka teguran, sanksi administratif dan sanksi pidana akan siap dilakukan untuk mencegah adanya persebaran Covid-19.
"Dengan kegiatan kampanye yang dimulai sejak 26 September, tentu pasangan calon harus taat aturan yang dibuat oleh KPU, bila diketahui ada pelanggaran maka bersama dengan Bawaslu, dan satuan polisi pamong praja akan siap menidakkan lanjuti secara persuasif dan bila terus melanggar maka akan diberlakukan sanksi pidana," ucapnya.

Menurutnya, guna menjaga kesehatan masyarakat di tengah berlangsungnya pesta demokrasi, seluruh pihak akan terus bersinergi untuk menjaga penerapan protokol kesehatan.

Dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung delapan di antaranya tengah menyelenggarakan tahapan pemilihan kepala daerah di tengah pandemi Covid-19. Diketahui pula dari delapan kabupaten/kota penyelenggara Pilkada, 5 kabupaten/kota berzona risiko oranye, dan 3 lainnya berzona kuning, sehingga penerapan protokol kesehatan ketat perlu dilakukan untuk mencegah persebaran Covid-19

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA