Selasa 29 Sep 2020 21:55 WIB

All England 2021 Terancam Batal karena Krisis Finansial

Asosiasi Bulu Tangkis Inggris alami krisis finansial akibat pandemi.

Turnamen bulu tangkis tertua di dunia All England terancam batal digelar tahun depan (Foto: ilustrasi bulu tangkis)
Foto: Antara
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia All England terancam batal digelar tahun depan (Foto: ilustrasi bulu tangkis)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turnamen bulu tangkis tertua di dunia All England terancam batal digelar tahun depan. Pasalnya, Asosiasi Bulu Tangkis Inggris disebut mengalami krisis finansial akibat pandemi COVID-19.

Kepala eksekutif bulu tangkis Inggris, Adrian Christy, mengatakan, kebijakan pemerintah yang melarang kehadiran penonton pada setiap kejuaraan olahraga hingga enam bulan ke depan dapat membuat asosiasinya merugi. Kondisi juga tidak berubah jika tetap memaksa menggelar All England tahun depan.

Baca Juga

“Sayangnya, setelah pengumuman terbaru dari pemerintah, kami melihat adanya kemungkinan jika YONEX All England 2021 tidak dapat digelar untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II,” ujar Christy dalam laman resmi All England Badminton, Selasa (29/9).

Padahal menurutnya, All England merupakan salah satu ajang olahraga dengan jumlah penggemar yang luar biasa. Kurang lebih 31.000 penonton setiap tahunnya bisa memenuhi National Indoor Arena, Birmingham.

Namun situasi pandemi COVID-19 membuat penyelenggaraan All England 2019 harus digelar tanpa penonton. Praktis, penyelenggara harus kehilangan salah satu sumber pemasukan utama mereka.

Jika situasi COVID-19 belum mereda dan aturan larangan penonton masih berlaku hingga enam bulan ke depan, asosiasi bulu tangkis Inggris merasa tak sanggup. Apalagi, bila harus kembali kehilangan pendapatan dari tiket pada kompetisi yang biasa diselenggarakan pada Maret itu.

“Kami telah mengalami kerugian pendapatan yang sangat besar yakni 1,75 pound karena tidak adanya penonton saat kejuaraan. Kondisi ini membuat organisasi kami kesulitan untuk bisa bertahan.”

Dia pun meminta pemerintah untuk memberikan dukungan finansial sebesar 1 juta pound demi menyelematkan turnamen All England dari pembatalan tahun depan. Prioritas utama adalah keberlanjutan bulu tangkis di Inggris, dan All England merupakan bagian utama dari perekomian.

“Maka saya sekarang meminta pemerintah untuk memberikan dukungan finansial sebesar 1 juta pound untuk menyelematkan All England,” pungkasnya.

Apabila All England benar-benar batal digelar tahun depan, maka itu akan menjadi peristiwa bersejarah, menandai untuk pertama kalinya turnamen itu dibatalkan sejak Perang Dunia II. All England yang sudah diadakan sejak 1899 itu pernah mengalami pembatalan dua kali saat Perang Dunia II.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement