Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

CDC: Remaja Lebih Berisiko Terkena Covid-19

Rabu 30 Sep 2020 00:10 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Anak remaja lebih berisiko terkena Covid-19 dibandingkan usia anak yang lebih muda (Foto: ilustrasi Covid-19)

Anak remaja lebih berisiko terkena Covid-19 dibandingkan usia anak yang lebih muda (Foto: ilustrasi Covid-19)

Foto: www.freepik.com
Anak remaja lebih berisiko terkena Covid-19 dibandingkan usia anak yang lebih muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seperti halnya orang dewasa, anak juga memiliki risiko untuk terkena Covid-19. Di kalangan anak, remaja memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena Covid-19 dibandingkan anak yang berusia lebih kecil.

Temuan ini diungkapkan dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada Senin. Temuan ini didasarkan pada data kasus Covid-19 anak di Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, ada sekitar 277.285 kasus Covid-19 di kalangan anak sekolah sejak 1 Maret 2020 sampai pertengahan September. Mayoritas dari anak sekolah tersebut, yaitu 63 persen, berusia di atas 12 tahun. Hanya 37 persen yang berusia 5-11 tahun.

Belum diketahui mengapa anak yang berusia lebih tua lebih terdampak oleh Covid-19 dibandingkan anak yang berusia lebih muda. Akan tetapi, ada kemungkinan yang dapat menjelaskan fenomena ini.

Orang tua lebih bisa mengontrol anak yang masih kecil dibandingkan anak yang sudah memasuki fase remaja. Hal ini membuat remaja cenderung lebih mungkin menghadiri perkumpulan-perkumpulan sosial dan bertemu orang lain di masa pandemi. Akibatnya, risiko terhadap penularan Covid-19 pun meningkat.

Studi yang dilakukan CDC menilik lebih jauh untuk mengetahui lebih jauh mengenai kriteria anak di bawah 18 tahun seperti apa yang lebih rentan terdiagnosis dengan Covid-19. Berdasarkan jenis kelamin, anak laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang hampir seimbang.

CDC juga mendapati bahwa anak dengan penyakit kronis lebih berisiko terhadap Covid-19. Khususnya, penyakit kronis pada paru-paru seperti asma.

Lebih dari setengah anak di kelompok usia 12-17 tahun yang terkena Covid-19 memiliki penyakit paru kronis. Pada anak berusia 5-11 tahun yang terkena Covid-19, sekitar 60 persennya juga memiliki penyakit paru kronis.

Semakin buruk kondisi penyakit kronis yang diderita anak sebelum terkena Covid-19, semakin buruk pula kondisi yang akan dialami anak tersebut ketika terkena Covid-19.

CDC menyatakan bahwa di antara anak-anak usia sekolah yang terkena Covid-19, sebanyak 16 persen di antaranya mengalami gejala berat Covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit. Sebanyak 27 persen di antaranya harus dirawat di ICU dan 28 persen lainnya mengalami kematian.

"(Di antara anak-anak tersebut) setidaknya memiliki satu masalah medis pemberat," timpal tim peneliti, seperti dilansir News, Selasa (29/9).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA