Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Liga Ditunda Eks Ketum Jakmania : Surat Cinta untuk PSSI

Selasa 29 Sep 2020 21:33 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Foto: Yogi Ardhi/Republika
PSSI harus memberikan penjelesan secara detail tentang nasib liga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk menunda kompetisi Liga 1 Indonesia 2020 mendapat berbagai respon dari seluruh kalangan pecinta kulit bundar Tanah Air.

Kepastian penangguhan ajang Liga Indonesia itu, terjadi setelah Kepolisian Republika Indonesia (Polri) tak memberikan izin keramaian untuk kegiatan sepak bola lantaran masih tingginya tingkat penyebaran virus corona.

Mantan Ketua Umum the Jakmania, Tauhid Indrasjarief menilai kebijakan yang diturunkan pihak kepolisian sangat dapat dimaklumi. Ia pun menyebut penangguhan Liga 1 Indonesia sejatinya menjadi momentum bagi PSSI berbenah dalam situasi pandemi saat ini.

"Ini ibarat surat cinta, bukti kepolisian masih sayang sama kita. Ancaman Covid-19 masih tinggi, dan mereka khawatir penyebaran makin luas," jelas pria yang akrab disapa Bung Ferry saat dihubungi Republika, Selasa (29/9).

Sementara, pihak manajemen Persija melalui laman resmi klub mengatakan mereka sangat menghormati keputusan yang diambil PSSI. Pasalnya, hal itu tentu diputuskan secara matang.

Ferry menambahkan saat ini PSSI perlu fokus mengampanyekan protokol kesehatan kepada seluruh tim, pemain, pun suporter yang juga termasuk dalam komponen olahraga sepak bola. Itu diharapkan bisa segera dilakukan oleh PSSI selama satu, pun dua bulan ke depan. "Seharusnya jika PSSI menetapkan liga kembali bergulir November 2020 maka mereka sudah harus memggencarkan sosialisasi terkait protokol kesehatan. Jadi bukan hanya ketika kompetisi atau pertandingan berjalan, tapi juga pada saat latihan tim," sambung Bung Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menegaskan, induk sepak bola Indonesia harus memberikan penjelesan secara detail tentang nasib liga, apabila nantinya pada November gelaran kompetisi itu kembali urung terjadi.

Tim berjuluk Macan Kemayoran, Persija sendiri telah menjalani latihan sejak medio Agustus 2020. Tim ibu kota juga baru saja menjalani tes Covid-19 dengan metode swab, dengan hasil negatif seluruh pemain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA