Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Sekum PSMS: Semua Tim Peserta Pasti Mengeluh

Selasa 29 Sep 2020 20:44 WIB

Red: Agung Sasongko

Pemain PSMS Medan Afiful Huda mengikuti latihan secara tertutup di Stadion Kebun Bunga Medan, Sumatera Utara, Senin (8/6/2020). PSMS Medan menggelar latihan perdana setelah libur panjang kompetisi dua bulan lebih terkait pandemi COVID-19

Pemain PSMS Medan Afiful Huda mengikuti latihan secara tertutup di Stadion Kebun Bunga Medan, Sumatera Utara, Senin (8/6/2020). PSMS Medan menggelar latihan perdana setelah libur panjang kompetisi dua bulan lebih terkait pandemi COVID-19

Foto: SEPTIANDA PERDANA/ANTARA FOTO
LIB sendiri belum memutuskan soal subsidi Liga 1 dan Liga 2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum PSMS Julius Raja menyebut bahwa penundaan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 menambah beban klubnya. "Dengan tertundanya liga ini, artinya klub dirugikan. Semua tim peserta pasti mengeluh," ujar Julius ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa (29/8).

Menurut dia, salah satu yang menjadi beban dengan ditangguhkannya kompetisi yaitu kemungkinan tidak adanya pemasukan subsidi. Padahal, keberadaan subsidi saja tidak serta merta membuat pengeluaran klub setimpal dengan pemasukan.

LIB sendiri belum memutuskan soal tentang kelanjutan subsidi untuk tim-tim Liga 1 dan 2 saat kompetisi ditunda. Namun, mereka memastikan sudah mencairkan subsidi tahap pertama untuk kompetisi di tengah pandemi COVID-19 pada September 2020 yakni Rp800 juta per tim Liga 1 dan Rp150 juta per tim Liga 2.

Baca Juga

"Katakanlah klub (Liga 2-red) membutuhkan Rp650 juta untuk satu bulan, sementara subsidi Rp150 juta, jadi minus Rp500 juta," tutur Julius.

Keadaan tidak semakin baik karena jadwal liga yang tidak pasti membuat sponsor ragu-ragu untuk memberikan dukungan kepada klub maupun operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Padahal, tim-tim sudah susah payah berjuang untuk operasional tim yang mempersiapkan diri untuk liga.

"Rata-rata tim sudah jorjoran mengeluarkan duit demi memberikan yang terbaik bagi para pemain," kata Julius.

Dengan situasi seperti ini, Julius Raja meminta PSSI untuk lebih tegas memutuskan masa depan liga.

Andai tidak bisa dilanjutkan bulan November 2020, dia mengusulkan agar PSSI meniadakan kompetisi sepak bola nasional.

"Jadi tidak ada keputusan 'menunggu lagi'. Nanti waktunya kembali tidak pas. PSSI harus mengambil ketegasan, 'yes' or 'no'," ujar Julius.

PSSI resmi menunda penyelenggaraan lanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 di tengah pandemi COVID-19 lantaran tidak mendapat izin keramaian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

"Pihak Mabes Polri untuk sementara tidak memberikan izin keramaian karena kasus COVID-19 yang masih tinggi. Kami juga menyadari fakta di lapangan memang demikian. Oleh karena itu, PSSI menghormati dan memahami keputusan tersebut," ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Selasa.

PSSI berharap kompetisi berlangsung kembali pada November 2020 agar jalannya tidak terbentur agenda-agenda seperti Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Lanjutan Liga 1 musim 2020 awalnya dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021. Sementara Liga 2 Indonesia 2020 sebelumnya direncanakan bergulir pada 17 Oktober-5 Desember 2020.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA