Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Ustadz Bobby Ajak Milenial Berwakaf

Selasa 29 Sep 2020 17:01 WIB

Rep: umar mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Ustadz Bobby Ajak Milenial Berwakaf. Ustadz Bobby Herwibowo.

Ustadz Bobby Ajak Milenial Berwakaf. Ustadz Bobby Herwibowo.

Foto: Thoudy Badai_Republika
Berwakaf bisa dilakukan siapa saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dai sekaligus praktisi wakaf, Ustadz Bobby Herwibowo, menuturkan, berapa pun besar dana yang diwakafkan, yang terpenting memiliki sasaran atau proyek yang jelas. Hal ini disampaikan dalam diskusi daring bertajuk 'Milenial Berwakaf' yang digelar Dompet Dhuafa, Selasa (29/9).

"Misalnya proyeknya adalah sekian puluh juta, apakah bentuknya klinik atau appun, asalkan bentuknya tetap. Mau dikerjakan ramai-ramai meski dengan nilai uang yang sebanding dengan infak, katakanlah Rp 1.000, tidak apa-apa. Dalam proyek wakaf, itu akan menjadi proyek wakaf yang kekal. Jadi milenial bisa ikutan," kata dia.

Ustadz Bobby melanjutkan, saat pandemi ini memang banyak bisnis yang jatuh karena krisis corona. Namun, dia mengingatkan, kedermawanan orang Indonesia tidak menurun dan malah meningkat.

Baca Juga

"Banyak usaha bisnis yang roboh, tetapi hebatnya lagi, filantropi naik lho grafiknya. Jadi kedermawanan itu naik, jadi rupanya manusia itu sadar, bahwa harus bersegera nih untuk berserah diri pada Allah SWT," ujarnya.

Indonesia memang tidak memiliki pendapatan seperti negara-negara lain. Tetapi Indonesia oleh Charities Aid Foundation (CAF) disebut sebagai negara paling dermawan di dunia.

"Tidak hanya 2018, sampai 2020 itu Indonesia berturut-turut selalu nomor satu di dunia," ujarnya.

Karena itu, Ustadz Bobby menambahkan, berwakaf bisa dilakukan siapa saja. Tidak melihat tingkat pendidikan, usia, harta, apa pun itu. Karena begitu seseorang sudah tersentuh, taat pada agama, dan paham harta ini bukan miliknya, maka ia akan menyalurkan hartanya di jalan Allah SWT.

Ustadz Bobby juga menyampaikan ucapan Rasulullah SAW soal miskin dan kaya. Rasulullah tidak pernah khawatir tentang kemiskinan yang menimpa umatnya. Sebab yang dikhawatirkan Rasulullah SAW adalah ketika Allah SWT menghamparkan dunia di hadapan manusia, lalu semua menjadi kaya raya.

"Maka literasi wakaf ini harus terus kita sampaikan dan dengungkan ke siapa pun, khususnya kepada Muslim," kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA