Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Inggris Siapkan Latihan Keterampilan demi Tekan Pengangguran

Selasa 29 Sep 2020 12:58 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Para pembeli berjalan di sepanjang Oxford Street di London, Selasa, 14 Juli 2020. Pemerintah Inggris menuntut orang-orang mengenakan masker di toko-toko karena mereka berusaha untuk mengklarifikasi pesannya setelah berminggu-minggu pengingkaran di tengah pandemi COVID-19.

Para pembeli berjalan di sepanjang Oxford Street di London, Selasa, 14 Juli 2020. Pemerintah Inggris menuntut orang-orang mengenakan masker di toko-toko karena mereka berusaha untuk mengklarifikasi pesannya setelah berminggu-minggu pengingkaran di tengah pandemi COVID-19.

Foto: AP / Frank Augstein
Pengangguran Inggris diperkirakan meningkat setelah skema subsidi pandemi berakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson akan mengumumkan opsi pelatihan bagi warganya mempelajari keterampilan baru dalam meningkatkan produktivitas dan membantu negara pulih dari krisis virus corona.

"Sayangnya, kami tidak bisa menyelamatkan setiap pekerjaan. Yang dapat kami lakukan adalah memberi orang keterampilan untuk menemukan dan menciptakan pekerjaan baru dan lebih baik," kata Johnson.

Tingkat pengangguran Inggris sudah di atas 4 persen dan diperkirakan akan meningkat lebih lanjut karena skema subsidi pekerjaan yang diberlakukan pada awal pandemi berakhir bulan depan. Langkah itu akan digantikan oleh program dukungan pekerjaan.

Baca Juga

"Kami mengubah dasar-dasar sistem keterampilan sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk berlatih dan berlatih kembali," ujar Johnson.

Langkah-langkah tersebut akan mencakup pendanaan untuk memungkinkan orang dewasa tanpa kualifikasi mengambil kursus perguruan tinggi tertentu tanpa membayar biaya. Selain itu, Inggris menyiapkan pinjaman fleksibel yang memungkinkan warga untuk meluangkan waktu studi dan mentransfer kredit antarperguruan tinggi.

Pemerintah juga akan berupaya meningkatkan jumlah magang, dengan lebih banyak dana untuk perusahaan kecil dan menengah yang menerima magang. Program percontohan akan diperluas dengan kamp pelatihan keterampilan digital ke lokasi baru.

Jumlah orang yang melakukan pelatihan kejuruan telah menurun selama dua dekade terakhir. Kondisi itu menunjukkan bahwa 10 persen orang dewasa di Inggris memegang kualifikasi teknis yang lebih tinggi, dibandingkan dengan 20 persen di Jerman dan 34 persen di Kanada.

Bisnis Inggris telah lama mengeluh tentang kurangnya keterampilan dalam angkatan kerja. Produktivitas negara itu terus-menerus lebih rendah daripada di beberapa negara ekonomi yang setara. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA