Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Puan Sampaikan Dukacita atas Peristiwa Longsor di Tarakan

Selasa 29 Sep 2020 10:13 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani

Foto: DPR RI
Sejak Januari-September 2020 bencana alam terbanyak adalah tanah longsor dan banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peristiwa longsor terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Senin (28/9). Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan dukacita atas terjadinya peristiwa tersebut. "Saya dan keluarga besar DPR RI turut berduka cita atas bencana ini," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9).

Dia mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang menyatakan bahwa bencana alam yang paling banyak terjadi sejak Januari-September 2020 adalah tanah longsor dan banjir. Puan mengimbau masyarakat dan pemerintah pusat serta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya bencana tersebut. "Bencana di tengah pandemi Covid-19 tentu akan semakin berat. Kita semua harus waspada, meski bencana sulit diduga," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan bahwa saat ini DPR RI tengah membahas RUU Penanggulangan Bencana atau tentang Perubahan Atas UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana yang diusulkan DPR RI. RUU itu sebagai pembaruan terkait regulasi penanggulangan bencana dari undang-undang sebelumnya yang dinilai belum mengatur lebih rinci penanganan bencana, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

Baca Juga

Menurutnya pembahasan RUU Penanggulangan Bencana di antaranya meliputi batas minimum anggaran kebencanaan, penambahan unsur profesional dalam penanggulangan bencana, sanksi pidana, serta partisipasi masyarakat saat pra bencana, darurat bencana, maupun pascabencana.

"DPR RI terus menyerap masukan dari masyarakat, pakar, serta pihak lain yang kompeten dalam pembahasan RUU ini untuk menguatkan penanggulangan bencana di Indonesia," ungkap mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tersebut.

Sebelumnya diberitakan tanah longsor terjadi di Kelurahan Juata Permai RT 17, Kecamatan Tarakan Utara, sekitar pukul 01.30 WITA. Keterangan ini disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP - PMK) Tarakan, Hanip Manisan.

Korban tewas karena musibah tanah longsor di Tarakan pada Senin dini hari sejauh ini mencapai 14 orang. "Ada empat lokasi musibah longsor yaitu di Juata Permai, Karang Anyar Pantai, Jalan Matahari, dan Gunung Selatan," katanya di Tarakan.

Jumlah yang tewas di Juata Permai sebanyak tujuh orang, Jalan Matahari sebanyak tiga orang, Gunung Selatan ada tiga orang, dan Karang Anyar Pantai ada satu orang. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA